Powered by Blogger.
Showing posts with label teknologi. Show all posts
Showing posts with label teknologi. Show all posts

6/05/2022

Tiongkok Luncurkan Shenzhou-14 Berawak Tiga Taikonaut ke Stasiun Luar Angkasa

Tiongkok meluncurkan pesawat antariksa pada Minggu 5 Juni 2022, membawa tiga astronaut ke stasiun ruang angkasa yang konstruksinya akan diselesaikan akhir tahun ini. Proses konstruksi memasuki tahap yang sangat penting. Channel News Asia melaporkan, Minggu (5/6).

Roket Long March-2F yang mengangkut Shenzhou-14 atau "Kapal Ilahi" dalam bahasa Mandarin akan meluncur dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di sebelah barat laut Tiongkok pukul 10.44 pagi (2.44 am GMT). Peluncuran disiarkan secara langsung oleh televisi pemerintah.

Konstruksi stasiun ruang angkasa dimulai tahun lalu dengan peluncuran modul pertama dan terbesar dari tiga modul, Tianhe, markas hidup para astronaut yang berkunjung. Dua modul berikutnya, Wentian dan Mengtian, diluncurkan pada Juli dan Oktober dan akan dilakukan perkaitan dengan Tianhe hingga membentuk struktur berbentuk huruf T.

Published: By: Admin2 - 6/05/2022

6/03/2022

Bunker Željava di Kroasia dan Bosnia, Sisa Kejayaan Yugoslavia Diduga Bantu NASA Mendarat di Bulan

Sebuah bunker bernama Željava yang merupakan eks pangkalan udara Yugoslavia menjadi saksi bisa kejayaan negara balkan tersebut dalam industri antariksa.

Meski Yugoslavia dan Uni Soviet saat itu pernah berseteru diduga keduanya terus melakukan kerja sama riset dan pengembangan antariksa yang dalam.

Saat Soviet mengalahkan AS dalam perlombaan teknologi antariksa, Yugoslavia dilaporkan menjual teknologi amtariksanya ke NASA yang akhirnya membuat AS lebih dahulu mendarat di Bulan.

Meski begitu Yugoslavia tidak dikenal mempunyai program antariksa. Namun, di bunker Željava inilah sejumlah ilmuwan melakukan eksperimen untung mematangkan sejumlah teknologi sebelum dijual ke AS.

Sayangnya baik Kroasia dan Bosnia yang mewarisi pangkalan ini tidak memanfaatkan warisan tersebut untuk memperkuat industri antariksa dalam negeri mereka.

Serbia yang disebut sebagai penerus Yogaslavia juga tidak mengembangkan teknologi serupa. Bahkan pasukan Serbia berusaha menghancurkan bandara Željava ini sebelum meninggalkan lokasi.

Sekilas bandara ini mirip dengan beberapa bandara di Albania yang juga mempunyai stok bunker bawaah tanah. 

Albania dulunya juga pernah memiliki angkatan bersenjata yang kuat di masanya. Namun sayangnya semua pesawat itu telah usang dan termakan usia.
Published: By: Admin2 - 6/03/2022

5/29/2022

Tiongkok Mulai Giat Cari Planet Pengganti Bumi

China (Tiongkok) berencana melakukan pencarian planet baru yang bisa digunakan untuk tempat tinggal dengan menggunakan teleskop terbang. Upaya itu dituangkan dalam sebuah proposal yang diajukan oleh para ilmuwan China berjudul "Closely Habitable Exoplanet Survey" baru-baru ini.

Dalam proyek itu nantinya badan antariksa China akan melakukan survei berbagai planet di luar angkasa dengan menggunakan teleskop khusus yang berkelana di luar angkasa. Teleskop itu nantinya akan memeriksa satu per satu exoplanet yang berpotensi jadi tempat tinggal baru manusia.

Jika China berhasil melaksanakan proyek tersebut, upata itu akan menjadi misi luar angkasa menarik buat China. Pasalnya langkah itu jadi yang pertama buat China dalam mencari planet mirip bumi yang dapat dihuni.

Published: By: Admin2 - 5/29/2022

5/17/2022

Kapal Induk Mini Qatar Sebesar LPD PT PAL Segera Dibangun

Perusahaan Italia mulai melakukan langkah pembangunan kapal induk Qatar yang sekelas dengan milik Aljazair Kalaat Beni Abbas.

Kapal induk mini ini hanya sedikit lebih panjang dari kapal LPD buatan PT PAL yang mendapat alih teknologi dari Korea Selatan. Walau begitu tonase LPD PF lebih besar yakni 12 ribu dibandingkan buatan Italia ini sebesar 8 ribu ton.

Qatar mengkatagorikan kapal induknya ini sebagai LPD Air Defense karena fungsi utamanya adalah melakukan pertahanan udara dari laut untuk semua wilayah semenanjung Qatar.

Tak heran harga LPD Qatar ini mencapai 6 miliar euro dengan 5 miliar euro untuk pembangunan kapal dan 1 miliar euro untuk perlengkapan rudal.

Harga itu jauh lebih mahal dari kapal induk mistral yang dijual Perancis ke Mesir senilai 1 miliar dolar per unit tanpa persenjataan. Dua kapal mistral itu awalnya adalah pesanan Rusia, namun karena isu Krimea dibatalkan dan penjualannya dialihkan ke Mesir.

Qatar dikenal tidak mempunyai musuh namun militernya terlibat pengamanan di berbagai tempat khususnya Libya.

Kapal induk semakin digemari saat ini khususnya oleh negara yang mendapat keistimewaan membeli F-35 B yang bisa terbang vertikal.

Namun bagi negara yang tidak dapat membeli F-35 B, kapal induk juga dapat dipersenjatai dengan drone khusus kapal induak yang bisa lepas landas dan mendarat di landasan pendek.

Published: By: Admin2 - 5/17/2022

3/26/2022

Helikopter Tempur VV-2 Buatan Ukraina Belum Kelihatan Batang Hidungnya Lawan Invasi Rusia

Ukraina merupakan salah satu negara yang mempunyai infrastruktur lengkap untuk mengembangkan alutsista.

Namun sayangnya kebanyakan produk canggih alutsista Ukraina tidak dapat diserap oleh negara.

Akibatnya, jika permintaan dari pasar global menurun atau tidak ada, sebuah produk akan terbengkalai begitu saja.

Sebut contohnya industri antariksa Ukraina yang mampu memproduksi roket antariksa sebesar apapun.

Namun lembaga antariksa Ukraina tidak mempunyai program antariksa yang bernilai baik untuk peluncuran satelit, membangun stasiun antariksa atau program bulan dan Mars.

Hasilnya roket buatan Ukraina bergantung pada pasar Rusia dan AS yang kedua negara tersebut tentunya akan mengistimewakan buatan dalam negeri mereka.

Di bidang militer, Ukraina mampu memproduksi alternatif S-300, drone amunisi dan lain sebagainya bahkan punya desain helikopter tempur VV-2 yang dapat menyaingi buatan Rusia.

Namun produk ini juga tidak dilirik oleh angkatan bersenjata Ukraina dan berharap pada pemesanan dari luar.

Published: By: Admin2 - 3/26/2022
 

Ads