PARJAKARTA -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan bahwa perkembangan aset syariah Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga, Malaysia. Padahal, kata Bambang, populasi muslim di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan di Malaysia.
"Ada suatu periode di mana sulit sekali aset dari perbankan syariah melewati 5 persen dan jika dibandingkan aset perbankan syariah Malaysia yang sudah 20 persen. Secara presentase kita jauh di bawah," kata Bambang dalam High Level Discussion Indonesia: Pusat Ekonomi Islam Dunia, di Kantor Kementerian PPN, Jakarta, Rabu (25/7/2018).
Tak hanya kalah dari Malaysia, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia juga turut tertinggal dari negara semacam Thailand dan Australia. Padahal, jumlah penduduk muslim di sana sangat kecil bila dibandingkan dengan Indonesia. (baca selanjutnya)
PARJAKARTA -- Ketua Robitotul Maahid Islamiyah (RMI) Kabupaten Padang Lawas(Palas) H Ahmad Sanusi Daulay yang baru dilantik menilai materi ke-NU- perlukan diterapkan dikalangan pelajar sebagai pelajaran wajib.
"Khususnya di lingkungan pesantren. Sebab, nilai-nilai aswaja (ahli sunnah waljamaah) yang dianut NU harus menjadi bagian keilmuan generasi muda,"ungkapnya kepada Gosumut usai dirinya dilantik Sabtu(7/7/2018).
"Kita akan memperbanyak buku ke-NU-an yang telah tersedia di online dan menjadikan pelajaran wajib bagi pesantren NU," katanya.
Dikatakannya, ada beberapa program kerja yang akan dilaksanakan RMI Palas ke depan. Diantaranya, konsolidasi antar seluruh pesantren-pesantren NU yg ada di Palas .Karena di Palas sendiri ,terdapat sebanyak 30 pesantren, tentu menjadi bagian penting untuk diterapkan dikalangan santri.
Kemudian, lanjutnya menjadikan pesantren sebagai sentra gerakan ke NU an atau basis pendidikan islam Aswaja An Nahdliyah.
"Tentu, kita juga akan bersinergi dengan seluruh elemen Nahdliyyin, banom dan lembaga lembaga lainnya untuk bersama sama melakukan kegiatan kegiatan kaderisasi dan kegiatan sosial keummatan. Dalam upaya percepatan gerakan jam'iyahnisasi jamaah NU yang mencapai 90 % dari umat muslim didaerah Palas ini " ujar H.Ahmad Sanusi yang juga pimpinan Pesantren Aljumhuriyah.
Kepengurusan RMI di Palas, terbilang baru.Tetapi telah melaksanakan pelantikan kepengurusan.
Disela kegiatan halal bihalal NU yang dilaksanakan di Kantor NU Palas di Kawasan Sigala-gala Sibuhuan.
Pelantikan langsung dipimpin Ketua NU Palas HM Syafaruddin Hasibuan. Dikesempatan pelantikan RMI Syafaruddin meminta, RMI tidak perlu membuat banyak program, tapi realisasi program yang diperlukan.
Saat ini, kata Syafaruddin, Kantor NU yang baru dibangun dan belum tuntas pembangunannya, akan menjadi aset NU. "Tidak akan menjadi milik pribadi," katanya.
Turut hadir diacara pelantikan RMI, pengurus Muslimat NU Palas, Ansor, Fatayat NU, PMII, IPNU dan IPPNU. (sumber)
PARJAKARTA -- Perkumpulan Keluarga Batak Islam Saroha (IKBISAR) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Peringatan Israk Mi'raj Sekaligus Penyambutan Ramadhan 1439H/2018 M, bertempat di Kediaman Danramil 02/ Tebingtinggi, Jalan Merdeka, Selatpanjang, Selasa (24/4/2018) malam.
Kegiatan Isra Mi'raj Sekaligus Penyambutan Ramadhan 1439H/2018 M, dilaksanakan IKBISAR bekerjasama dengan Koramil 02/Tebingtinggi dengan tema "Dengan Peringatan Isra Mi'raj Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Perangi Narkoba Demi Menyelamatkan Anak Bangsa".
Tampak hadir Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Drs H Said Hasyim, Ketua DPRD Kepulauan Meranti H Fauzi SE, Ketua Dewan Pengawas IKBISAR Meranti Mayor Bismi Tambunan SE, Ketua Umum IKBISAR Meranti Dedi Yuhara Lubis, Ketua Pemuda Pancasila Asnan Mahadar, Kacab BRI Selatpanjang Hendra Nasution, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Ketua panitia Ustadz Amrul Fahmi Hasibuan dalam sambutannya mengharapkan jalinan silaturahim kedepannya semakin membaik.
"Mudahan-mudahan dengan dilaksanakan kegiatan ini kedepannya akan semakin mempererat hubungan silaturahim," harapnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Pengawas IKBISAR Meranti Mayor Bismi Tambunan SE, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan tersebut selain untuk mempererat hubungan silaturahim juga bertujuan untuk membesarkan syiar islam.
"Dengan kegiatan ini tentunya akan semakin mempereratkan hubungan silaturahim dan membesarkan syiar islam dan merubah image, karena kebanyakan orang pada umumnya bahwa batak itu adalah kristin atau nasrani. Padahal batak itu adalah suku dan orang batak juga banyak yang islam, jadi ini yang harus difahami," ungkapnya.
Sementara itu, Wabup Said Hasyim dalam sambutannya menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan IKBISAR yang bekerjasama dengan Koramil 02/Tebingtinggi itu.
"Peringatan Isra Mi'raj yang dilaksanakan ini sangat baik, apalagi kegiatannya sekaligus menyambut bulan suci ramadhan, kalau orang-orang zaman dahulu menjelang ramadhan ini berbagai persiapan yang disiapkan. Apalagi kalau di kampung kebanyakan orang menyiapkan kayu api, bahan makanan dan sebagainya, karena merupakan salahsatu upaya untuk bisa fokus berpuasa nantinya," ungkap Wabup Said Hasyim.
Ketua Umum IKBISAR Meranti Dedi Yuhara Lubis, mengajak dengan peringatan Isra Mi'raj untuk meningkatkan iman dan takwa serta mengambil hikmah dan bisa diterapkan didalam kehidupan sehari-hari.
"Dngan peringatan Isra Mi'raj ini mari kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, disamping itu yang tak kalah pentingnya dengan momen peringatan Isra Mi'raj mari kita ambil hikmahnya dalam kehidupan sehari-hari," ajak Dedi.
Ditambahkan Dedi pula, akhir-akhir ini Indonesia dilanda badai prahara dengan maraknya peredaran narkoba yang sangat begitu mengkhawatirkan semua pihak, terutama di Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Kekwatiran itu sudah sampai ketingkat anak-anak dibawah umur yang rata-rata dimanfaatkan oleh para pelaku narkoba. Dari itu marilah kita semua memyatakan perangi narkoba, selamatkan anak-anak kita dari kehancuran," ajak Dedi lagi.
Lebih jauh dijelaskan Dedi pula, bahwa IKBISAR merupakan sebuah organisasi atau paguyuban yang didirikan pada tahun 1978,didalam perjalananya, organisasi atau paguyuban ini terus mengalami kemajuan, dan akhirnya organisasi ini sudah mendapatkan pengakuan pemerintah pusat dengan terbitnya Surat Kemenkumham.
Kegiatan tersebut diisi ceramah oleh Ustad H Admad Fauzi SAg, yang membahas terkait kegiatan Isra Mi'raj dan pemberantasan narkoba di Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Kegiatan ini mengingatkan kita kembali, karena jika tidak kita peringati bagaimana mau ingat. Jadi kita mengingat Nabi Muhammad SAW dan mudah-mudahan mendapat syafaatnya," ucap Ustadz Fauzi.
Selanjutnya Ustadz Fauzi juga membahas terkait maraknya narkoba yang sangat mengancam generasi muda kedepan, sehingga harus di berantas dengan membentengi anak-anak mulai dari awal.
"Kalau narkoba sudah merajalela itu sulit untuk diperangi, jadi sebelum masuk harus kita bentengi, yakni membentengi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT," ujar Ustadz Fauzi.
Dalam ceramahnya, Ustadz Fauzi menyampaikan dengan panjang lebar dan memberikan pencerahan yang sangat bermanfaat terutama terkait mengajar dan mendidik anak agar terhindar dari bahaya narkoba.
Untuk diketahui, kegiatan juga diselingi dengan Hadroh dari anak anak Desa Tenan, kemudian diakhiri dengan doa. (sumber)
PARJAKARTA -- Anggota Punguan Muslim Pakkat di Jakarta dan Sejabodetabek (PMPS) berharap dua pasangan calon (paslon ) yang ikut dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 mempunyai program yang realistis dan langsung diterapkan di Pakkat, Humbang Hasundutan, Sumut.
PMPS merupakan organisasi yang mencakup semua perantau Muslim dari Pakkat di tanah perantaun baik di Jakarta maupun sekitarnya.
Saat ini, dua paslon resmi dinyatakan berlaga dalam Pilgubsu yakni mantan Pangkostrad Edy Rahmayadi yang berpasangan dengan pengusaha Musa Rajekshah disebut #Eramas di nomor urut satu dan Djarot Saiful Hidayat yang berpasangan dengan Sihar Sitorus disebut #Djoss di nomor urut dua.
Sementara paslon JR Saragih-Ance dianulir oleh Komisi Pemilihan Umum karena masalah ijazah.
#Eramas didukung oleh Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Hanura, Partai Nasdem, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Perindo.
Sementara #Djoss didukung Partai PDI-P dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Dalam sebuah diskusi PMPS di Grup Whatsapp para anggota berharap Pilgubsu kali ini dapat berjalan dengan lancar dan damai serta dapat menghasilkan calon pemimpin yang benar-benar dicintai dan mempunyai program yang realistik.
Bila dilihat dari segi program, dari dua paslon, program #Eramas dinilai paling realistik untuk Pakkat secara khusus dan Humbang Hasundutan secara umum.
Program itu adalah "Pendirian Perguruan Tinggi di 5 Wilayah". (baca)
PMPS berharap, bila #Eramas berhasil terpilih, program ini dapat dimanfaatkan oleh Pakkat dengan mengusulkan lokasi pembangunan universitas yang dimaksud dapat dibuat di Pakkat untuk daerah Humbang Hasundutan.
Untuk diketahui Humbahas merupakan salah satu Kabupaten di Sumut yag belum memiliki perguruan tinggi bertaraf universitas selain akademi, sekolah tinggi dll. Kabupaten lain adalah Dairi, Pakpak Bharat dll. Sementara itu beberapa universitas terkemuka di Indonesia bertumpuk di kabupatena tertentu.
"Molo tabereng akka programna, #Eramas nga realistis hian i. Mambangun 5 universitas di sumut, khususna na so adong univ na. Molo boi nian rampak ma parhutatta mangusulhon asa di Pakkat ma dibangun molo na di humbahas. Holan humbahas, pakpak bharat, dairi, paluta, labura mana na so adong univ na. Molo boi nian, diusulhon asa #djoss pe adong pembangunanna di pakkat ate..," tulis Ust. H. Julkifli Marbun, MA, mantan ketua PMPS dan juga penggagas Gerakan Membangun Pesantran Saoppu (GMPS) (baca) menjelaskan.
Humbang Hasundutan memiliki lembaga pendidikan terkemuka di Sumatera Utara. Salah satunya Pesantren Lae Toras di Tarabintang (ilustrasi) (sumber)
Membangun universitas di Pakkat, bagi pemerintah, dapat dilakukan dengan mudah. Apalagi calon mahasiswa sudah banyak dan Pakkat mempunyai beberapa gedung sekolah menengah yang representatif untuk dijadikan gedung sementara menunggu pembangunan gedung sendiri.
Selain itu, pemerintah juga dapat memanfaatkan tanah negara untuk menjadi lokasi pembangunan universitas yang dimaksud.
Bahkan, bila diperlukan penghematan, pemprov dapat menjadi inisiator berdirinya sebuah yayasan yang sebagian sahamnya dimiliki pemprov dan digabungkan dengan potensi pendanaan dari perantau yang sukses maupun donatur yang berkompeten.
Yayasan inilah yang akan melakukan funding dan lainnya demi terwujudnya cita-cita tersebut.
Harapan warga Pakkat kepada kedua paslon #Eramas dan #Djoss untuk menghadirkan program yang nyata bukanlah sesuatu yang muluk-muluk. Pemilih setidaknya mengharapkan tindakan konkrit dari paslon yang bertarung. Pihak yang menang kelak diharapkan dapat saling mengadopsi program terbaik dari lawannya jika dinilai lebih baik dan realistis untuk diterapkan.
Sebagaimana diketahui, Pakkat juga mempunyai potensi wisata dan pertambangan yang cukup menarik. Pakkat memiliki cadangan emas yang terletak di Banuarea, perbatasan dengan Onan Ganjang. Potensi ini sudah disurvei dengan beberapa perusahaan global. (baca)
Baru-baru ini sebuah lembaga riset di Pakkat (baca) berharap kedua paslon mempunyai program riil dan menguntungkan bagaimana mengolah potensi kekayaan alam di Sumatera Utara. Pendirian sebuah lembaga yang dimilik oleh masyarakat setempat atau sekitar tambang diperlukan untuk memastikan kepemiikan saham dan keuntungan di perusahaan tambang yang ingin investasi.
Selain pembangunan ekonomi, wisata, perbaikan administrasi dll, pilgubsu kali ini juga diharapkan dapat meningkatkan persaudaraan sosial masyarakat di Sumut. Kompetisi dapat menghasilkan kerja sama yang dapat membanguna dan saling menguntungkan. Bukan malah pertikaian.
"Dang pola hu ikuti akka politik brur.. Manang na ise pe taho, asal ma, damai dan aman, ndang rusuh, gabe marbada akka na mar famili..😁😁," tulis Ust. Gunawan Purba yang menjadi Sekretaris Umum PMPS di empat periode.
Paslon #Eramas dan #Djoss bertarung di Pilgubsu 2018 (ilustrasi)
Sebagian anggota PMPS merupakan perantau lama yang sudah tak mempunyai hak pilih di Sumatera Utara karena telah memiliki KTP setempat. Namun, suara perantau masih berpengaruh kepada saudara mereka yang masih tinggal di kampung halaman.
Selain itu, anggota PMPS berasal dari berbagai kalangan mulai dari pengusaha, ASN, pejabat, aktivis dan lain sebagainya. Beberapa kegiatan PMPS masih berhubungan dengan warga Pakkat. (baca)
Misalnya, baru-baru ini, telah didirikan Pesantren Partungkoan PMPS yang digagas oleh H. Julkifli Marbun, Ust Gunawan Purba dan Sabar Hutagalung.
Contoh konsep Pesanten Partungkoan PMPS (lustrasi)
Partungkoan ini akan berada di rumah ketua terpilih dengan berbagai program yang ditawarkan seperti pelatihan teknik; tambal dan perbengkelan, pelatihan lukis dan lain sebagainya. Tujuannya adalah memberi keahlian dasar kepada anak-anak maupun yang baru merantau.
Secara pribadi, anggota PMPS juga berperan dalam beberapa program pembangunan yang berhubungan dengan Pakkat, seperti proyek renovasi Masjdi Raya Pakkat, proyek Pakkat Martabe (baca) dan lainnya jika diminta seperti pembangunan pesantren kosan, Pesantren Siniang dan lain sebagainya.
PMPS juga mengucapkan selamat kepada dua paslon yang lolos menjadi peserta Pilgubsu. Semoga #Eramas dan #Djoss dapat membuat Sumut menjadi lebih baik.
"Semoga Eramas Sumut jadi nyata 👍👍👍👍👍," tulis Ust Sabar Hutagalung.
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Parmonangan merupakan satu-satunya Madrasah yang berada di kecamatan Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan. Madrasah ini merupakan suatu wadah pembelajaran yang berhaluan ke-Islaman di parmonangan kecamatan Pakkat yang di asuh dan di bimbing oleh para guru-guru yang berperan aktif dalam mendidik siswa-siswi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Parmonangan.
Madrasah ini berdiri pada tahun 1951 yang awalnya ialah milik organisasi muhammadiyah, dan kemudian di negeri-kan pada tahun 1995. Dengan rentan waktu yang cukup lama dalam pendidikan, menjadikan MIN Parmonangan salah satu wadah yang efektif dalam mendidik siswa berilmu, beriman, dan beramal.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Julsukri Mangandar melakukan kunjungan di kecamatan Pakkat. Kali ini dia mengunjungi MTsN Pakkat Filial Doloksanggul pada Jumat 2 Februari 2018.
Julsukri senang bisa bertemu dengan siswa madrasah ini, dimana madrasah ini usianya masih sangat muda. Namun semangat mereka tetap tinggi dalam mencari ilmu. Julsukri menyampaikan bahwa walaupun berada di wilayah yang jauh dari kota. Siswa MTsN Pakkat jangan mau ketinggalan, siswa/i harus bisa menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan juga kedisiplinan.
Dia melanjutkan bahwa siswa/i madrasah ini ada generasi muda yang harus bisa menyadari tugasnya sebagai siswa. "Rajin belajar dan perbanyak membaca Alquran, sehingga kita tahu apa yang baik dan apa yang salah. Jangan lupa menghafal 30 Juz dan belajar bahasa Arab dan Inggris setiap hari sehingga kelak kalian bisa menghadapi perkembangan zaman,"katanya.
Dia menambahkan bahwa sebagai generasi muda para siswa harus bisa melakukan yang terbaik agar bisa membaggmemba orang tua dan juga menjadi kebanggaan bagi Tuhan. "Jangan lupa laksanakan shalat dan juga ajaran agama dengan taat agar selamat dunia dan akhirat," tambahnya.
Dalam akhir arahannya Julsukri berpesan agar para guru di madrasah ini tetap sabar dalam mendidik anak bangsa. "Karena tujuan kita semua sama yaitu menciptakan generasi muda yang Islami dan taat pada ajaran agamanya," tutupnya. (sumber)
Kabanjahe (Inhum). Siswa/i MAN Kabanjahe hadiri acara pelantikan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Karo Masa Khidmat 2016-2021, Rabu 1 Januari 2017.
Acara ini dilaksanakan di Pendopo Bupati Kabupaten Karo yang dihadiri oleh Asisten I, Dandim, Danyon, pendeta, para ustadz, tokoh masyarakat, ormas-ormas Islam dan Ketua DPD MUI Sumut Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA.
Tampil sebagai pembaca Alquran adalah Ahmad Yani yang merupakan qari terbaik dewasa putra pada MTQ Tk Kabupaten Karo Tahun 2016. Ahmad merupakan guru di MAN Kabanjahe sekaligus pelatih tilawah.
Selanjutnya siswa/i tersebut mengikuti acara pelantikan dengan penuh khidmat. Kepala MAN Kabanjahe Hotman Efendi Tanjung juga turut hadir dalam acara pelantikan pengutus MUI tersebut.
Susunan personalia MUI Karo yang dilantik, masing-masing, ketua umum Drs H Fakhry Samadin Tarigan SAg dan sekretaris umum Muhammad Yazid ST SPdi. (sumber)
Kapolres Dairi AKBP DEDY TABRANI S.I.K, M.Si yang didampingi Kasat Intelkam AKP SAHALA HARAHAP, Kasat Reskrim AKP AGUS M BUTAR BUTAR ,Kasubbag Humas IPTU SUKANTO BERUTU, SH dan KBO Sat Binmas IPDA DONI SALEH melaksanakan Kunjungan Silahturahmi ke Kediaman Ketua MUI Kab. Dairi Drs NAIK ANGKAT MM pada hari Jumat tanggal 07 April 2017 pukul 09.00 wib.
Dalam kesempatan tersebut Kapolres Dairi beserta rombongan bersilahturahmi ke Kediaman Ketua MUI, dan Ramah Tamah serta saling bertukar pengalaman dengan ketua MUI, dimana ketua MUI menjelaskan tentang karir nya sebelum menjabat sebagi Ketua MUI pernah menjabat sebagai anggota Dewan di kab. Dairi dan juga Ketua Partai PAN dan Tahun 2009 menjabat sebagai Ketua MUI dan selalu beraktifitas mengisi ceramah dan pengajian di beberapa tempat serta selalu berperan dalam menyelesaikan Konflik-konflik kecil yang ada ditengah-tengah masyarakat demi terciptanya kerukunan antar umat beragama.
Kapolres juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua MUI yang selalu berpartisipasi dalam memberikan kesejukan bagi umat kaum muslim dan Kapolres juga meminta dukungan dalam melaksanakan tugas di Kab. Dairi untuk dapat selalu bekerjasama dengan Aparat Kepolisian dalam memberikan ceramah-ceramah tentang upaya pencegahan Bahaya Narkoba dan lainnya agar situasi Kamtibmas selalu kondusif. Kapolres juga mengharapkan komunikasi antara Pemuka Agama dapat dilaksanakan dengan baik dan akan menghadiri setiap acara yang dilaksanakan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) seperti Coffe Morning Bersama sehingga Toleransi Beragama di Kab. Dairi dapat terbina dengan baik dan saling menghargai sehingga jika ada gesekan-gesekan bisa diseleasikan dengan mudah melalui forum tersebut. (sumber)
Plt.Kakan Kemenag Pakpak Bharat Dunggar Angkat yang diwakili Kasi Bimas Islam menerima kunjungan Ketua Majelis ulama Pakpak Bharat Malindung Capah hari Senin 10 April 2017 di ruangan Bimas Islam dalam rangka menjalin silarurahmi antara Kemenag Pakpak Bharat dengan Maajelis Ulama yang selama ini sudah terjalin dengan baik.
Dalam kesempatan itu Kasi Bimas Islam Riswan Gaja menyambut baik kunjungan dari pihak Majelis Ulama Pakpak Bharat karena kunjungan mejelis ulama berkaitan dengan pembinaan umat yang ada di kabupaten Pakpak Bharat yang terdiri dari beragam unsur dan etnis yang mendiami Pakpak Bharat.
Dalam kesempatan itu Kasi Bimas Islam Riswan Gaja mengimbau kiranya antara pihak Majelis Ulama Pakpak Bharat dengan Kementerian Agama Pakpak bharat dapat bekerja sama dalam pembianaan umat yang ada di Pakpak Bharat sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar tentang keumatan terutama dalam menjalan ibadah sehingga umat tidak terpecah-pecah.
Ketua MUI Pakpak Bharat Malindung Capah menyambut baik himbauan dari pihak kemenag tersebut karena pembinaan umat yang dilakukan selama sudah baik akan meningkat karena pembinaan bukan hanya dilakukan oleh ulama melainkan tugas bersama sehingga masyarakat dapat pembinaan yang baik dan benar sehingga dapa mempererat serta memperkuat ukhuawah islamiyah sesama muslim.
Acara kunjungan ketua MUI ke kantor Kemenag Pakpak Bharat penuh dengan nuansa silaturahmi yang kental berjalan dengan baik. (sumber)
Dakwah
Ka.KUA Kec. STTU Jehe , Drs.Malindung Capah, melakukan progam Pembinaan Umat beragama di wilayah kerjanya. terlihat dari hasil programnya yang berdawah ke masjid masjid , ada satu keluarga yaitu marga Berutu dan istrinya br Bancin beserta ke empat anak mereka, yang tinggal di Dusun Lae Serre Desa Tanjung Mulia yang di bukakan Allah Pintu hatinya hingga mereka Muallaf.
Acara pensyahadatan dilaksanakan beberapa hari yang lalu Selasa (06/01) dirumah pak berutu, acara Pensyahadatan langsung dilakukan oleh Ka.KUA Kec. STTU Jehe dilanjutkan dengan Pengkhitanan oleh Dinas Kesehatan Pakpak Bharat Dan Puskesmas Sibande.
Dengan adanya penduduk yang Muallaf ini, Malindung capah berharap kiranya seluruh Tokoh agama, masyarakat dan pemerintah setempat dapat memberikan bantuan dan pembekalan keagamaan kepada keluarga yang baru muallaf.
Dia juga berharap masyarakat setempat dapat hidup rukun dan damai tanpa adanya intimidasi yang dapat mengakibatkan pepecahan ummat. (sumber)
MUI Pakpak Bharat Sebelumnya
Pelantikan pengurus DPD MUI (Majelis Ulama Islam) Kabupaten Pakpak Bharat periode 2010-2015 berlangsung dengan penuh khidmat, acara dimaksud di hadiri Wakil bupati Ir H Maju Elias padang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Hasan Basri Bancin serta para undangan lainnya yang hadir saat itu.
Acara mengambil tempat di gedung serba guna Salak baru-baru ini,dengan dasar pelantikan yang di tuangkan dalam surat keputusan (Sk) yang di tandatangani Prof. DR H. Abdullahsyah dan seketaris Prof. DR Hasan Bakti Nasution melantik atas nama Daud Sagala menjadi Ketua, Riswan gajah sebagai Seketaris, dan Hj Nurbaya Silaban di percayakan sebagai Bendahara. Dalam susunan kepengurusan teras MUI (Majelis Ulama Islam) tingkat Kabupaten Pakpak Bharat. Prof. H Hasan Bakti Nasution dalam sambutannya mengingatkan kepada para pengurus yang baru di lantik agar melengkapi nama-nama susunan personil di masing masing bidang lainnya, di tekankan agar perlu di ingat bahwa organisasi MUI bukanlah suatu alat politik yang se waktu-waktu dapat mempengaruhi situasi dan kondisi.
Kehadiran MUI di Kabupaten Pakpak Bharat harus benarbenar Independen di tengah tengah pemerintah maupun masyarakat luas,dalam himbaunnya seraya menekankan untuk tidak di jadikan suatu alat politik.
Acara berlangsung sukses penuh dengan sambutan para tokoh muslim, namun di lain sisi sejumlah warga menyayangkan acara tersebut karena sebelumnya Wakil Bupati sempat berang kepada panitia. Semoga hal itu menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua. Ujar beberapa warga yg hadir ketika itu. (sumber)
Pengurus Ikatan Persaudaraan Islam Samosir dan Sekitarnya (IPERISS), periode 2015-2020 dilantik di gedung Suara Nafiri Convention Hall Medan, Minggu (7/6), oleh Pembina IPERISS Prof Dr dr Aslim Sihotang, SpM.
Ketua IPERISS yang dilantik H Alifdin Sihotang dalam sambutannya menyebutkan, IPERISS merupakan wadah berkumpulnya umat Islam dari kawasan Samosir dan sekitarnya. Sebelum dikembangkan menjadi IPERISS, wadah berkumpul umat Islam Samosir selama ini adalah Serikat Tolong Menolong (STM) Islam Samosir.
“Karena warganya di Kota Medan ini semakin banyak dan untuk memaksimalkan program-program yang dilakukan selama ini maka wadah Islam Samosir ini sepakat kita kembangkan menjadi organisasi yang lebih formal,” tuturnya.
Alifdin menyebutkan, IPERISS bebas dari politik dan murni sebagai wadah silaturahim serta pengembangan siar Islam di Samosir sekitarnya. “Kenapa kita nyatakan bebas politik karena kalau sudah menyentuh politik rawan terjadi perpecahan karena perbedaan kepentingan,” paparnya.
Dia menyebutkan, saat ini di Kota Medan tercatat sekitar 200 KK warga Islam asal Samosir sekitarnya. Sementara di Samosir sendiri saat ini sekitar 170 KK umat Islam. Dalam pelantikan itu, hadir Ketua MUI Samosir Amru Hasibuan, SHi, dan perwakilan pengurus BKM (Badan Kemakmuran Masjid) dari tujuh masjid yang ada di Samosir.
Ketua MUI Samosir Amru Hasibuan menyambut gembira dibentuknya IPERISS. “Kami berharap dengan wadah IPERISS ini, siar Islam di Samosir bisa ditingkatkan, ada banyak tugas yang harus kita jalankan,” ujarnya.
Pembina IPERISS Aslim Sihotang dalam arahannya meminta agar pengurus bersungguh-sungguh menjalankan program, yang nantinya bermanfaat bagi umat Islam di Samosir sekitarnya. “Kita mendengar sampai sekarang masih kekurangan guru agama Islam, sehingga murid-murid yang Islam terpaksa belajar pelajaran agama lain, karena kalau tidak maka nilai pelajaran agama di rapotnya nol, maka saya minta masalah guru agama Islam ini menjadi salah satu prioritas pengurus IPERISS,” paparnya.
Aslim Sihotang juga menyinggung tentang kondisi memprihatinkan masjid di daerah wisata Tuktuk Simanindo, Samosir, yang sampai saat ini belum selesai juga. Kondisi akses jalan ke masjid yang cuma setapak menjadi sorotan banyak pihak. “Mencari jalan keluar yang terbaik dari kondisi sekarang merupakan tugas kita bersama,” ujarnya. (sumber)
MUI Samosir
MUI Kabupaten Samosir untuk pertama sejak terbentuk melaksanakan Rapat Kerja Daerah I MUI Kab. Samosir yang berlangsung satu hari di Saulina Resort, Pangururan(25/4), dengan tema Peningkatan Peran MUI dalam Menciptakan Masyarakat Madani dan Religius.Ketua MUI Kab. Samosir, Amru Hasibuan,S.Hi. dalam sambutannya menyatakan bahwa pelaksanaan Rekerda I sebagai momentum sejarah karena pertama kali melaksanakan raker sejak terbentuk dan momentum perumusan langkah strategis organisasi baik ke dalam maupun ke luar seperti pemerintahan, kebangsaan dan keummatan.
Peserta raker diharap aktif dalam merumuskan berbagai program kerja yang sifatnya rasional dan objektif sesuai dengan kompetensi dan kemampuan daerah Samosir ini. Rakerda ini dibuka secara resmi oleh Bupati Samosir, dalam hal ini diwakili oleh Bapak K. Sihotang (Staf Ahli Bupati Bidang Hukum). Dalam bimbingan dan arahannya Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir menyambut baik kegiatan ini, semoga menghasilkan program yang kita inginkan selama tahun 2013.Bapak K. Sihotang mengharapkan peran MUI dalam membentengi aqidah dan syariat Islam walau itu bertentangan dengan hak azasi manusia terutama dalam menghadapi era globalisiasi atau keterbukaan. MUI juga diharapkan berperan penting mencegah terjadinya trafficking (perdagangan manusia) dan mencegah demoralisasi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba dan derasnya arus informasi negatif yang merusak. Untuk merumuskan program kegiatan tahun 2013 dibentuklah 3 (tiga) komisi yang terdiri dari komisi organisasi dengan ketua, M. Rosyadi Lubis, komisi program kerja dengan ketua, Hamdan Y. Kaloko dan komisi rekomendasi dengan ketua, J. Sitakar.
Komisi inilah yang akan membahas berbagai agenda penting mengenai permasalahan kebangsaan dan keummatan.Hasil pembahasan program dari 3 komisi ini dibacakan masing-masing pimpinan di hadapan peserta untuk didiskusikan. Kesimpulan dari rumusan program tersebut diserahkan kepada Ketua MUI Kab. Samosir untuk ditindak lanjuti oleh komisi-komisi yang ada di MUI Kab. Samosir dengan pihak terkait terutama dengan Pemerintah Kabupatan. Rumusan tersebut diharapkan akan membawa kemashlahtan bagi umat Islam yang ada di Kab. Samosir ini. Amin.Sebelumnya, ketua panitia, M. Fitri Anshori, SEi, menyatakan bahwa Raker ini merupakan sarana evaluasi terhadap kegiatan dan kebijakan MUI Kab. Samosir masa khidmat 2012-2017. Peserta Raker adalah pengurus dan anggota MUI Kab. Samosir dan sumber dana pelaksanaan Reker berasal dari kas MUI Kab. Samosir.
Ketua MUI Humbang Hasundutan Safran Rizal Hutagalung sekaligus Ketua Panitia MUSDA III MUI Humbang Hasundutan mengatakan MUSDA ini dihadiri Sekretaris Umum DP MUI Provinsi Sumatera Utara DR. H. Ardiansyah LC, unsur Pimpinan Daerah (Uspimda) Humbahas, Kepala Kantor Kementerian Agama Humbahas, Kapolres Humbahas, Kajari Humbahas, Pimpinan Pondnk Pesantren, Kepala KUA, Kepala Madrasah, tokoh Agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat serta para undangan lainnya.
Sedangkan DP MUI Provinsi Sumut dalam arahan dan bimbingannya mengucapkan slamat atas terselenggaranya Musda III MUI Humbang Hasundutan. Dia mengatakan semoga kegiatan ini membawa hasil yang baik dalam rangka meningkatkan peran ulama serta menjalin koordinasi dengan semua pihak terkait dalam pembangunan Kabupaten Humbang Hasundutan di masa mendatang.
Selanjutnya dia mengatakan bahwa para ulama mempunyai kedudukan sebagai informan di tengah masyarakat. Peran ini sangat penting dan strategis, khususnya untuk memperkokoh sendi-sendi etika, moral dan spiritual kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Para ulama juga berfungsi untuk mencerahkan, mencerdaskan, dan membimbing umat dengan ajaran dan nilai-nilai Islam", ungkapnya.
Pada akhir bimbingannya Ardiansyah mengharapkan agar para ulama membekali diri dengan kepribadian yang tangguh,pengetahuan, pemikiran dan wawasan yang luas serta kepekaan terhadap permasalahan yang terjadi di tengah umat.
Pada MUSDA ini dihasilkan kesepakatan berdasarkan musyawarah dan mufakat oleh formatur Musda MUI III Kabupaten Humbang Hasundutan dalam hal ini pembentukan pengurus MUI Kabupaten Humbang Hasundutan yang baru masa khidmad 2017-2022 dimana Arifin Sihite terpilih sebagai Ketua Umum, Safran Rizal Hutagalung sebagai Sekretaris Umum,dan Jhon Anwar Tumanggor sebagai Bendahara Umum. (sumber)
Pengurus Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Kota Pematangsiantar menggelegar silaturahmi dengan pengurus Yayasan Raja Siantar Sangnaualuh. Silaturahmi sekaligus untuk menjalin kerjasama untuk memajukan umat Islam dalam bidang kebudayaan maupun keagamaan.
Silaturahmi berlangsung di depan makam Raja Siantar Sangnaualuh di Kelurahan Simalungun, Kecamatan siantar Selatan sekaligus pelantikan Pemuda JBMI Kota Siantar oleh Ketua Umum JBMI Brigjend H. Albiner Sitompul pada Agustus 2017 lalu.
Saat itu Brigjend H. Albiner Sitompul hadir bersama Ketua JBMI Kota Siantar H. Edward Lingga. Sementara Keturunan Raja Siantar dihadiri Ketua Yayasan Raja Sangnaualuh Bhakti Damanik
Dalam acara itu hadir juga perwakilan Koramil dan Polsek setempat. Namun sangat disayangkan, pihak kecamatan tidak hadir.
Penandatanganan MoU yang dilakukan Ketua Yayasan Raja Sangnaualuh Bhakti Damanik dan Ketua JBMI Kota Siantar Haji Edward Lingga disaksikan seluruh pengurus Yayasan Raja Sangnaualuh dan Ketua Umum JBMI Pusat Brigjend Haji Albiner sitompul.
Dalam Mou tertera inti kerjasama antara Yayasan raja sangnaualuh dengan JBMI Kota Siantar di bidang agama, pendidikan, sosial dan budaya.
Dalam sambutannya Ketua JBMI Pusat mengajak seluruh Pengurus Yayasan Raja Siantar dan JBMI bersama-sama mewujudkan rencana pembangunan mesjid yang berlokasi di dekat makam Raja Siantar tepatnya di samping Kolam Renang Detis.
Sementara H Edward Lingga menyatakan sangat apresiasi dapat bekerjasama dengan Yayasan Raja Siantar Sangnaualuh Damanik. Kerjasama ini sebagai wujud program JBMI menjalin silahturahmi dengan semua elemen.
“Bulan depan direncanakan JBMI Kota Siantar akan menjalin kerjasama dengan Malaysia dalam hal budaya,” ungkapnya. (sumber)
Organisasi masyarakat seharus tampil di garis depan menyediakan wadah pesantren non formal kepada anggotanya, seperti PMII di bawah ini. Organisasi seperti Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI), Persatuan Batak Islam (PBI), Keluarga Batak Muslim dll juga dapat melangkah ke arah yang sama. Setahun yang lalu PMPS juga sudah mendirikan pesantren partungkoan di Tangerang.
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Timur meluncurkan Pesantren Mahasiswa, di kampus STAI Al-Aqidah Alhasyimiyah, Jalan Kayu Manis Utan Kayu Jakarta Timur, Kamis (11/01).
ilustrasi
Pesantren Mahasiswa PMII Jaktim adalah kelas kajian yang membahas tema-tema aktual dan keislaman. Rencananya pesantren tersebut akan berlangsung delapan kali pertemuan.
Peluncuran yang dikemas dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu dihadiri Ketua Mabinda PMII DKI Jakarta Sudarto S.M, Ketua Mabincab PMII Jakarta Timur Nurdin Muhammad, Komisioner KPU Jakarta Timur Wage Wardana, Sekretaris Mabincab PMII Jakarta Timur Syamsudin Alqamary, serta beberapa tamu undangan lain.
Dalam sambutannya, Sudarto mengatakan bahwa Pesantren Mahasiswa ini sangat layak dan bagus untuk dilaksanakan.
"Kemarin malam itu teman-teman dari PMII Jakarta Timur datang ke rumah saya mempresentasikan tentang agenda Pesantren Mahasiswa, dan alhasil, saya menyambut baik agenda tersebut," paparnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Nurdin selaku alumni PMII Jakarta Timur sekaligus. Menurut dia, peringatan Maulid Nabis dan Pesantren Mahasiswa baik untuk dilaksanakan.
ilustrasi
"Sekarang mulai banyak gerakan radikal di kampus, khususnya di kampus umum. Oleh karena itu, agenda seperti Pesantren Mahasiswa ini sangat baik dilakukan. Selain memang nanti sahabat-sahabat dari pengurus cabang juga harus merumuskan dan menyusun modul serta silabus materi yang akan diberikan," ujar Nurdin.
Acara yang juga diisi dengan ceramah agama oleh KH Jamaluddin F Hasyim ini selesai sekitar pukul 22.30 WIB, ditutup dengan doa oleh Sofyan Muskhafin, Ketua Bidang Keagamaan PKC PMII DKI Jakarta. (sumber)
Perkumpulan Keluarga Besar Batak Islam Saroha (IKBISAR) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Maulid Nabi SAW 1439 Hijriah 2017 Masehi, yang berlangsung Rabu (13/12/17) malam, bertempat di Jalan Perumbi Gang Mulia Desa Banglas Barat.
Selain menjadi kegiatan rutin, pergelaran Maulid Nabi tersebut diharapkan bisa menjadi topangan umat muslim, terlebih kepada hadirin untuk bisa mengingat kembali akan hidayah dan anugrah yang telah diberikan sang maha besar (Allah SWT).
Dalam penjelasan, Arti makna dan hikmah maulid nabi besar Muhammad SAW menjadi penting untuk dikaji, ditelaah dan diselami agar perayaan dan tradisi untuk memperingati kelahiran baginda Nabi Muhammad tidak sebatas pada seremonial belaka, tetapi mengandung makna yang filosofis-substantif.
Kata maulid sama artinya dengan milad yang diambil dari bahasa Arab dengan arti: "hari lahir". Peringatan terhadap kelahiran baginda Nabi Muhammad ternyata bukanlah tradisi yang ada ketika rasul hidup.
Perayaan ini menjadi tradisi dan berkembang luas dalam masyarakat dan kehidupan umat Islam dari berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, jauh sesudah Rasulullah Muhammad SAW wafat.
"Dengan peringatan Maulid Nabi SAW, mari kita jalin persaudaraan sesama muslim, dan kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari," terang Ketua Umum Ikbisar Kepulauan Meranti Dedi Yuhara Lubis.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Ikbisar Kepulauan Meranti Dedi Yuhara Lubis, Ketua Harian Ustadz Amrul Fahmi Hasibuan S.Pdi, Hafiz Desa Banglas Barat Mohd. Junizam, Penceramah H. Masriadi Hasan Lc. MA dari kota Pekanbaru. Ketua Masjid Agung Ustadz Fauzi, jajaran pengurus, Dewan Penasehat serta para tamu undangan lainnya. (sumber)
Masjid Raya Al Jihad Raja Oppu Bindu Hutagalung, namanya. Berada di Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara. Di Tanah Batak ini, masjid yang termasuk salah satu masjid tertua di Sumatera Utara ini masih kokoh berdiri di kawasan yang disebut Kampung Melayu.
Dahulu, orang Batak menyebut siapa saja yang masuk Islam dengan sebutan Melayu. Menurut penuturan pengurus masjid, Effendi Siregar. Masjid ini sudah berdiri sejak tahun 1820, atau lebih dulu dari kehadiran penginjil berkebangsaan Jerman, Nomensen yang tiba di Tarutung tahun 1864.
“Masjid ini didirikan oleh Raja Oppu Bindu Hutagalung pada 1820,” ujar Effendi. Semasa itu, katanya, para perantau yang bermukim di kawasan tersebut akan diberikan pertapakkan tanah oleh Raja Oppu Bindu Hutagalung bila memeluk Islam.
Pada bulan Ramadhan, masjid ini sering dijadikan persinggahan untuk berbuka puasa, bagi yang hendak melanjutkan perjalanan ke Tapanuli Selatan.
Menarik bagi Comel.id menelusuri jejak Islam di Tanah Batak, yang kini mayoritas penduduknya pemeluk nasrani. Masjid ini meninggalkan kisah tentang jejak Islam di Tano Batak.
Menurut Sejarahwan, T.M. Muhar Omtatok. Dahulu di wilayah lembah silindung ini banyak dikunjungi orang Melayu dari Sumatera Timur termasuk Siak dan Pulau Pinang. Hal itu boleh terjadi karena hubungan niaga, penyebaran Islam, dan pengumpulan kuli yang orang lokal menyebutnya Jabolon.
Adalah Raja Mangambit gelar Tuan Syech Abdul Fatah Ibrahim dari marga Hutagalung, setelah bercucu disebut dengan gelaran (panggoaran) dari cucu (pahompu), hingga beliau disebut Ompu Bindu Hutagalung. Beliau juga memiliki saudara yang juga seorang Syekh bernama Tuan Syekh Arsyad Ibrahim, keduanya cucu seorang ulama pula, Tuan Syekh Arsyad Ibrahim, salah seorang ulama yang memang jumlahnya tak banyak masa itu di Tanah Batak.
Pendiri Masjid Raya Al Jihad, Ompu Bindu selain ulama, juga dikenal sebagai peniaga yang berniaga hingga ke Payakumbuh dan Tanoh Doli (Tanah Deli). Beliau pula membuka persulukan atau tempat belajar Islam di Silindung, sebelum Nomensen tiba di kawasan tersebut. (Sumber)
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) meresmikan makam Tuan Syekh H.Khalifah Mahmud Makmur Ritonga sekaligus Persulukan Air Merah, Senin (8/5/2017).
Persulukan yang Terletak di Lingkungan 2 Sirandurong Kelurahan Aek Kota Batu Kecamatan Na IX X diresmikan secara langsung oleh Bupati Labura H.Kharuddin Syah Sitorus, SE Peresmian Persulukan ini sebagai bentuk sinergi antara pihak Pemkab Labura dengan seluruh lapisan masyarakat di Labura
Bupati dalam arahannya menyampaikan bahwa untuk membangun Kabupaten Labuhanbatu Utara ini diperlukannya kerjasama semua golongan, baik kaum ulama, tokoh masyarakat dan pemuda.
“Kita memang harus Melayakkan makam tuan syekh para orang tua kita dan jamaah persulukan kiranya para jamaah dapat beribadah dengan tenang dan nyaman,” ucap Bupati.
Bupati juga mengungkapkan tidak akan pandang bulu dalam menyelaraskan dan mensejahterakan masyarakat Labura baik di bidang agama, pembangunan dan bidang lainnya.
Sementara itu Tokoh Agama Abdul Soleh mengungkapkan peresmian makam dan persulukan ini akan membuat semakin aktifnya kegiatan keagamaan di Persulukan ini.
“Terimaksih kepada Bapak Bupati, semoga persulukan ini bermanfaat bagi masyarakat Na IX X,” ucap Abdul Soleh yang juga putra Tuan Syekh H.Khalifah Mahmud Makmur Ritonga.
Peresmian tersebut turut dihadiri Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang,SH, Anggota DPRD Labura Hendrianto, SE, Lumba Munthe, Ketua BPKPRMI Kharuddin Hasbi, Staf Ahli , SKPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. (sumber)
Kekhidmatan pelantikan Pemuda Jam’iyah Muslim Indonesia (JBMI) Sumateta Utara melengkapi kesakralan pelantikan yang langsung dilakukan oleh Ketua Umum DPP JBMI, H.Albiner Sitompul, Minggu (1/10/2017).
Pelantikan yang berlangsung di Aula Madrasah Aliyah Alwasliyah Pangkalan Brandan, Langkat ini telah resmi melantik Abdul Jalil Ritonga S.Pd sebagai Ketua Pemuda JBMI (sumut) dan M.Taufiqurrohman Munthe, SP sebagai Sekretaris serta beberapa pengurus lainnya.
Dalam momen pelantikan ini Pemuda JBMI Sumut nantinya akan fokus dalam memperkenalkan pemuda JBMI dan menanamkan nilai-nilai edukasi Islami kepada Pemuda Batak Muslim yang ada di Sumatera Utara.
Hal tersebut senada dengan sambutan Ketua terpilih Pemuda JBMI, Abdul Jalil. “Dalam rangka menghapus stigma batak itu identik dengan Agama tertentu, kami bertekad untuk mengenalkan Pemuda JBMI kepada masyarakat. Bahwa dalam sejarah perjuangan Indonesia terdapat nama nama besar orang batak yang mayoritas muslim,” ungkapnya.
Selanjutnya Pemuda JBMI Sumut akan melakukan pendidikan dan pemahaman yang berorientasi pada Keislaman, Keindonesiaan dan kebhinekaan. Baca pelantikan DPP Pemuda JBMI Pusat di sini
“Generasi muda saat ini khususnya generasi Islam yang suku batak telah mulai pudar rasa persaudaraan dalam Ukhuwah Islamiyah. Oleh karenanya dalam kepengurusan Pemuda JBMI Sumut berasal dari berbagai unsur seperti aktivis kepemudaan, birokrat, pengusaha, ustaz, politisi dan praktisi,” tuturnya.
Dalam perajalanannya nanti, Pemuda JBMI Sumut bertekad akan merangkul seluruh elemen-elemen penting guna menjaga stabilitas kerukunan umat beragama di Sumatera Utara.
“Mari sama-sama kita tingkatkan nilai-nilai ukhuwah dalam diri kita. Baik itu Islamiyah, Wataniyah, maupun Basyariah. Agar kedepan kita dapat bersinergi dengan seluruh stake holder yang ada untuk mewujudkan Sumut Damai dan berkarakter yang hal tersebut akan bermanfaat bagi pembangunan organisasi ini”, tutup Jalil dalam sambutannya sebagai Ketua Pemuda JBMI Sumut. (sumber)
Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Selatan membuka Pelatihan untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan masyarakat secara profesional dan memberikan pelatihan kerja kepada pencari kerja agar mampu bersaing dalam mendapatkan kesempatan kerja , Pelatihan Yang diselenggarakan sebanyak 4 ANGKATAN dalam tahun anggaran 2018 diantaranya :
.
PELATIHAN REGULER :
1. Teknik Komputer
2. Teknik Pendingin / AC
3. Teknik Otomotif
4. Teknik Sepeda Motor
5. Tata Graha
6. Tata Busana
7. Tata Boga
8. Operator Komputer
9. Desain Grafis
10. Bahasa Inggris
11. Bahasa Jepang Baca selengkapnya
.
PELATIHAN DI LINGKUNGAN RT / MOBILE TRAINING UNIT (MTU) (10 Peserta) :
1. MTU Tata Boga
2. MTU Tata Busana
3. MTU Tata Rias
4. MTU Sepeda Motor
5. MTU Teknik Komputer
6. MTU Teknik Las
.
KOMPOSISI PELATIHAN :
1. Teori : 25%
2. Praktek : 75% Selanjutnya
Pendirian pesantren non formal dapat menjadi solusi penguatan akidah pada masyarakat Muslim Batak khususnya yang berada di Toba yang sekarang mencakup beberapa kabupaten.
Hal itu diakibatkan kondisi masyarakt Muslim sangat minoritas yang mempunyai domisili tetap. Kebayakan merantau sebagaimana komunitas lainnya.
H. Julkifli Marbun, MA, pendiri Pesantren Siniang, dalam sebuah diskusi di grup Whatsapp Forum Alumni dan Walisantri Pesantren Al Kautsar Al Akbar baru-baru ini, berbagai kegiatan pesantren dapat dijadikan menjadi inovasi untuk mengatasi pendangkalan akidah.
Sebagaimana diketahui, ribuan perantau Muslim akan kembali setiap tahunnya ke kampaung halaman di Tobasa, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara dan lain sebagainya, untuk ziatah ke makm-makam orang tua mereka yang mendahului.
Momen seperti ini dapat dijadikan sebagai ajang 'pesantren kilat' dalam durasi 3-5 hari untuk memberi penguatan iman kepada angota keluarga saoppu atau satu keturunan.
Selain pesantren kilat, beberapa inisiatif yang dilakukan warga Batak Muslim belakagan ini adalah pengajian se-marga, rumah tahfiz, majlis taklim satu ompung, perwiritan satu kampung dan lain sebagainya.
Pesantren non formal juga dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Salah satu pesantren non formal yang sudah berkembang adalah Pesantren Nurul Kholil yang dapta dilihat di sini: (baca)
Berikut ini adalah bagian dari kurikulumnya:
Pendidikan Non Formal
● Forum Kajian Kitab Kuning
● Majlis Musyawarah Mingguan & Bulanan (M3B)
● Forum Musyawarah Kubra (FMK)
Biro Dan Lembaga
● Lembaga Pengajaran Al-Qur'an (LPQ)
● Jam'iyah Qurra' Wal Huffadz (JQWH)
● Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Arab & Inggris
● Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Al-Muta'allimin
● Jam'iyah Shalawat Anaasyidusshafa
● Majlis Ta'lim, Dzikir Dan Shalawat Asrorul Musthofa
● Kursus Komputer (Reguler, Privat & Teknisi)
● Kelompok Bimbingan Haji (KBIH) Asshafa
● Himpunan Santri & Alumni Nurul Cholil (HISAN)