Powered by Blogger.
Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

11/19/2018

Ketua Penasihat PMPS Hadiri Pengajian Akbar di Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan

Op Abay Sihotang br Sinaga ketika memberikan kata sambutan di Masjid Dolok Sanggul
PARJAKARTA -- Ketua Penasihat Punguan Muslim Pakkat Saportibion (PMPS), Op Abay Sihotang br Sinaga (ibu Rosdiana Sinaga(ny.Alm Kombes Kasirun Sihotang) menghadiri pengajian atau majelis Dzikir di Dolok Sanggul baru-baru ini.

Hal itu diinfokan WAG PMPS baru-baru ini. Acara itu juga dibarengi dengan penggalangan dana untuk pembangunan kamar mandi.

"Alhamdulillah Majlis Dzikir Humbang Hasundutan yg bergilir di wilayah Humbang Hasundutan 1x dalam 3 bln hari ini tepatnya di Masjid Raya Doloksanggul. Dihadiri ibu Rosdiana Sinaga(ny.Alm Kombes Kasirun Sinaga) sedang memberi kata sambutan dan menyampaikan infaq pembangunan tangga penghubung kamar mandi Masjid Raya Doloksanggul..," demikian tulis infonya.

PMPS didirkan di Pamulang, Tangerang, Banten oleh Alm. Kombes Kasirun Sihotang dan pernah diketuai oleh Ust Sabar Hutagalung, H. Julkifli Marbun, MA dan Pa Nisa Simanullang.
Published: By: Admin2 - 11/19/2018

H. Julkifli Marbun Doakan Peresmian Musholla Masjid Ali Usman bin Mandele Sinaga di Pakkat Menjadi Keberkahaan untuk Umat

H. Julkifli Marbun, MA
PARJAKARTA -- H. Julkifli Marbun, Ketua PMPS 2015, mengucapkan selamat atas peresmian Masjid (ar Rahman) Ali Usman bin Mandele Sinaga di Pakkat oleh Ketua Penasihat Punguan Muslim Pakkat Saportibion (PMPS), Hj. Op Abay Sihotang br Sinaga baru-baru ini.

Ucapan itu disampaikan melalui pesan Whatsapp kepada Ketua Penasihat, yang juga pewaqaf, saat berkunjung ke Pakkat, Humbang Hasundutan.

Peresmian Masjid (ar Rahman) Ali Usman bin Mandele Sinaga di Pakkat
"Selamat nantulang.. smg lancar salam dr kami bere di Malaysia.. Smg menjd amal jariyah untuk ompung dan memdpt keberkahan yg terbaik dr Allah SWT 🙏🏻🙏🏻," tulis Julkifli yang juga caleg DPR RI 2019 untuk Dapil Sumut II dari Partai Bulan Bintang dan mengelola BeritaDekho Com dan TobaPosCom ini.

Masjid Ar Rahman atau Ali Usman bin Mandele Sinaga dibangun dalam tipe mushalla di dekat kantor Polsek Pakkat. Pembangunannya sudah dilakukan dalam beberapa bulan ini. (baca di sini selanjutnya).

Ketua Penasihat merupakan istri dari almarhum pendiri PMPS, Op. Abay Sihotang yang dikenal aktif dan selalu terlibat dalam pembangunan sosial di Pakkat maupun di perantauan.
Published: By: Admin2 - 11/19/2018

7/23/2018

Doa untuk Pengurus PMPS

ilustrasi
PARJAKARTA -- Bismillahirahmanirrahim..

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahirobbil’alamin, Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa’ala ali sayyidina Muhammad

Allahumma inna nasaluka salamatan fiddini wa’afiyatan fijjasadi waziadatan fil’ilmi wabarokatan firrizqi wataubatan qoblal mauti warohmatan ‘indal mauti wamaghfirotan ba’dal maut

Ya Allah ya Tuhan Kami kabulkanlah segala permintaan ketua kami ini Ust Sabar Hutagalung, rahmatilah hidupnya kucurkanlah rezeki yang tak terhingga dan tak terduga-duga.

Berilah di akekuatan untuk dapat membina para pengurus hariannya di DPP PMPS

Lindungilah keluarganya dari godaan syaitan.. dari iman yang lemah dari hati yang terbolak-balik.

Ampunilah segala dosa orang tuanya dan tempatkan di sisi-Mu yang terbaik.

Begitu juga semua anggota grup ini, baik yang di Facebook maupun Whatsapp

Semua anggota Punguan Muslim Pakkat Saportibion (PMPS) baik yang terdaftar maupun yang belum.

Yang masih malu-malu atau yang belum punya waktu untuk bergabung.

Begitu juga almarhum ketua pendiri PMPS, anggota pendiri, penasihat dan pembina serta para pensiunan ketua PMPS.

Ya Allah ya Tuhan Kami..

Berilah kekuatan dan kepercayaan diri setiap Ketua koordinator, ketua kawasan, Ketua DPW/DPC PMPS di seluruh dunia, baik di dalam negeri maupun luar negeri

Agar mereka mampu menaungi, membimbing dan menggalang kerja sama antar sesama anggota PMPS di wilayah masing-masing.

Khusus kepada ketua-ketua DPC, merekalah ujung tanduk kami dalam memimpin umat

Karuniahilah ya Allah mereka dengan rezeki yang tak terhingga

Agar mereka bisa merawat dan memperhatikan anggota di daerah mereka yang sakit, tertimpa musibah atau yang butuh pertolongan, baik dengan mendorong keanggotaan BPJS, ilu manetek dan skema lainnya.

Jangan biarkan ya Allah mereka gagal membina umat anggota PMPS yang lemah imannya, yang sedikit lagi terjerumus kepada kemusyrikan, kekafiran atau kemurtadan

Limpahkah mereka hidayah-Mu ya Allah.. agar mereka tetap meluangkan waktu untuk mengulang ajaran-ajaranmu dari buku-buku dan literatur

Agar mereka tetap tawadhu dan mampu bekerja sama dengan muspida dan tokoh-tokoh masyarakat di kabupaten/kota mereka tinggal

Bekerjasama dengan pihak pemerintah, swata, ulama maupun ormas NU, Muhammadiyah dll untuk memberantas penyalahgunaan narkoba, kriminalitas dan lain sebagainya.

Agar mereka tetap kreatif, mampu fundrising (penggalangan dana mandiri) sehingga tak perlu mengandalkan kas DPC masing-masing untuk menjalankan kegiatan

Agar mereka mampu saling membantu mendirikan pesantren partungkoan di DPC-DPC masing-masing

Agar mereka mampu membantu pembangunan dan renovasi Masjid Raya Islamiyah Pakkat serta masjid-masjid lainnya di Temba, Siniang, Pulo Bali, Silalahi, Huta Ambasang, Siranggason dan lain sebagainya.

Ya Allah Ya Tuhan Kami..

Berilah kekuatan dan tanggung jawab kepada ketua-ketua DPW PMPS yang telah kami angkat, khususnya yang sudah bersedia

Agar mereka dapat memberi solusi dan bantuan ketika ketua DPC sudah tak sanggup menangani sebuah masalah sebelum dalam keadaan darurat ditangani koordinator wilayah masing-masing

Agar mereka dapat membina dan membantu ketua-ketua DPC membentuk kepengurusan harian, membuat rencana kerja jangka pendek maupun panjang

Membuat aturan dan pembagian tugas, pokok dan fungsi serta SOP sesuai dengan ad/art organisasi ya Allah

Ya Allah ya Tuhan Kami

Kami telah mengangkat ketua DPAC/DPC khusus bonapasogit Pakkat Ust Julkarnaen Marbun sebagai ketua dan Ust Muslih Lubis sebagai wakil ketua

Rahmatilah mereka dengan ilmu laduni, kewibawaan dan kebijaksanaan yang mulia

Agar mereka mampu mengatasi segala permasalahan yang ada di Pakkat sekitarnya. Bonapasogit kami.. tempat kelahiran kami

Kabulkanlah segala doa-doa mereka, harapan mereka karena doa dan harapan mereka pasti berasal dari umat mereka di sana

Agar umat Islam di Pakkat selalu sehat wal afiat tidak kurang sesuatu apapaun

Selalu dalam perlindungan-Mu ya Allah

Ya Allah Ya Tuhan Kami

Berikah waktu, tenaga dan kesempatakan kepada setiap anggota PMPS, umat Muslim Pakkat dan sekitarnya agar selalu mendoakan dan memuliakan orang-orang tua mereka, ompung-ompung mereka.. leluhur mereka

Yang dulu bekerja dengan tulus, membangun umat, membangun masjid-masjid dan sekolah-sekolah tanpa pamrih. Kini kami hanya tinggal menikmati

Jadikanlah kami seikhlas mereka atau lebih baik dari mereka atau paling tidak sama kualitasnya dengan mereka

Ya Allah Ya Tuhan Kami

Berilah kekuatan kepada setiap anggota PMPS untuk medoakan pendiri PMPS, tokoh-tokoh masyarakat Pakkat yang sukses di perantauan maupun di Humbang Hasundutan, yang sudah mendahului maupun yang masih hidup.

Khususnya Buya Syeikh Ali Akbar Marbun, Rais Syuriah PBNU dan pengasuh Pesantren Al Kautsar Al Akbar Medan yang sealu terbuka pintunya untuk menerima anak didik dhuafa dan fakir miskin dari Pakkat di seluruh dunia

Baik itu yang di Medan maupun cabang-cabangnya termasuk di Lae Toras, Tarabintang, Untuk belajar dengan gratis, ikhlas dan bersungguh-sungguh

Agar kelak mereka dapat menjadi seseorang yang dapat dibanggakan orang tuanya.

Ya Allah ya Tuhan Kami

Sebagai rasa syukur kami... bukakanlah hati semua orang khususnya umat Muslim Indonesia agar memberi ruang kepada Pesantren Al Kautsar Al Akbar terus berkiprah dan membuka cabang-cabng di setiap provinsi

Rabbanagh fir lana wa li ikhwaninal lazhina sabaquna bil iman, wala taj’al fee qulubina ghillal lillazhina amanu Rabbana innaka Raufur Rahim

Amin YRA

ilustrasi
ilustrasi

ilustrasi
contoh
contoh
No.1
no.2
ilustrasi

Published: By: Admin2 - 7/23/2018

6/26/2018

Momen #Pilgubsu2018 Dihadiri Tokoh Gus Pasaribu, Tifatul Sembiring, Akbar Tanjung: Aparatur Harus Netral

ilustrasi
PARJAKARTA -- Kampanye akbar Pasangan Cagub-Cawagubsu nomor urut 1 Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) digelar di Hotel Santika Medan, Sabtu (23/6/2018). Eramas menghelat kampanye akbar bukan dengan jingkrak-jingkrak, melainkan bertajuk doa untuk Sumut Bermartabat.

Hadir sejumlah tokoh di antaranya Akbar Tandjung, Tifatul Sembiring, Abdul Wahab Dalimunthe.

Selain itu, tampak juga Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu, Sekretaris NasDem Sumut Iskandar, Ketua PAN Sumut Yahdi Khoir Harahap, Plt Ketua Demokrat Sumut Herry Zulkarnain, Sekretaria Hanura Sumut Edison Sianturi, Partai Bulan Bintang (PBB), Perindo.

Dalam orasinya, Akbar Tandjung menekankan pentingnya netralitas aparatur pemerintah pada Pilgubsu 2018.

Baca: Mengenal Dua Tokoh Batak yang masuk Bursa Capres/Cawapres; Tifatul Sembiring dan Akbar Tanjung

"Kekuasaan jangan intervensi rakyat, apalagi mempengaruhi dengan uang. Kita ingin Pilkada yang damai dan bersih. Biarkan rakyat yang menentukan pilihannya," tegas Mantan Ketum Partai Golkar tersebut.
ilustrasi tokoh Batak

Akbar juga mengajak parpol pengusung dan pendukung Pasangan Eramas untuk terus menggerakkan infrastruktur partai.

"Gerakkan terus sampai Pleno KPU Sumut nanti. Tawarkan terus visi misi Eramas ke tengah masyarakat," imbuh Akbar.

Kepada Eramas, Akbar Tandjung berpesan agar menjaga nama baik daerah dan warga Sumatera Utara.

"Pak Edy teruslah berani menjunjung kebeneran. Kepada adinda Musa Rajekshah kami percayakan semangat dan harapan pemuda kepada adinda," kata tukas Akbar. (sumber)
Published: By: Admin2 - 6/26/2018

2/03/2018

Riwayat Tengku Telaga Mekar dan Guru Gindo di Pakpak

Dalam konteks penetrasi Islam dalam sejarah lokal Pakpak menurut beberapa sumber menyebutkan bahwa Islam pertama kali di daerah Pakpak ini berasal dari Aceh dan Barus. Sebab, kedua daerah ini memiliki hubungan kontak langsung dengan Pakpak karena memiliki hubungan perbatasan langsung secara geografis. Untuk hubungan kontak dengan Barus telah terjalin hubungan keduanya baik jalur niaga ataupun kontak langsung. Sebab, kedua daerah ini secara ekonomi sangat memberi pengaruh bagi perkembangan masyarakat Pakpak itu sendiri untuk dapat survive dalam memenuhi segala kebutuhan kehidupannya, terutama ketika itu Barus dikenal sebagai sentral niaga internasional pengekspor hasil-hasil alam, termasuk juga damar dan kemenyan yang berasal dari Pakpak.

Sedangkan kontak dengan Aceh memiliki hubungan khusus dengan Pakpak, disamping kedekatan teritorial dengan Pakpak. Oleh sebab itu, sangat besar kemungkinan kalau Islam yang berasal dari Aceh ini lah yang masuk dan berkembang di daerah Pakpak. Fakta ini juga diperkuat bahwa Islam di daerah Aceh jauh lebih dahulu apabila dibanding dengan Pakpak dan daerah lainnya yang berbatasan dengan Aceh karena Aceh juga memiliki hubungan khusus dengan Barus sebagai pusat utama penyebaran Islam ketika itu. Untuk itu, perkembangan Islam di Aceh memberi pengaruh besar dalam proses penyebarluasaan Islam ke daerah lainnya, termasuk ke Pakpak.

Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa orang Pakpak yang pertama sekali mendalami Islam adalah Abdurrauf Singkil, seorang tokoh tasauf yang dikenal dengan ajaran wujudiyah. Namun, proses pengislaman yang lebih serius dan sistemaris baru dilakukan oleh Tengku Telaga Mekar dari wilayah Gayo dan proses pengislaman yang lebih intensif dilakukan pada masa Guru Gindo. Akan tetapi, secara pasti dapat disebut belum ditemukan adanya bukti-bukti yang dapat mempertegas bahwa keterlibatan Abdurrauf dalam proses penetrasi Islam di Pakpak atau juga Tengku Telaga karena sejauh penelitian ini  dilakukan belum ada pengkajian yang dapat secara pasti menjelaskan tentang siapa tokoh-tokoh penyebar Islam ke Pakpak pada awalnya.

Sejauh pengkajian yang dilakukan masih sangat sedikit sekali informasi yang didapatkan tentang sejarah dan perkembangan Islam di Pakpak, maka penelitian ini dimaksudkan sebagai upaya yang lebih serius dalam menemukan deskripsi  perkembangan Islam di Pakpak Barat. Untuk itu, penelitian ini secara sistematis akan menjelaskan tentang bagaimana proses penetrasi awal Islam masuk ke Pakpak serta bagaimana bentuk jalur-jalur Islam berkembang dan selanjutnya juga dijelaskan juga bagaimana perkembangan mutakhir Islam di Pakpak. (sumber)

Asal Usul Nama Telaga Mekar

Telaga Mekar adalah nama sebuah kampung atau kute (gampong, desa) di Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, Propinsi Aceh. Berjarak sekitar 3 Km dari pusat kota Kutacane. Berbatasan dengan kute-kute: Lawe Rutung, Kuta Bantil, Lawe Sagu Hilir, Kute Genting dan Pulonas Baru yang semuanya berada dalam Kecamatan Lawe Bulan.

Pada zaman dahulu kala ketika Tanah Alas (Aceh Tenggara) masih berupa hutan lebat, sekelompok orang dari suku Alas bermarga Keruas membuka hutan untuk dijadikan perkampungan mereka. Mereka juga menggali sebuah sumur (telaga) untuk sumber air bagi perkampungan baru tersebut. Sumur itu mengeluarkan air yang melimpah, lalu sumur itu diperlebar hingga menyerupai kolam.



Menurut sejarah air di telaga tersebut tidak pernah kering hingga sekarang walaupun sumur-sumur dan anak sungai di sekitarnya mengering saat musim kemarau. Penduduk setempat kemudian menamakan telaga itu sebagai Telaga Mekar, sekaligus menjadi nama perkampungan baru tersebut.

Kini, telaga tersebut terletak di depan Mesjid al-Ihsan, Telaga Mekar dan dijadikan sebagai tempat mandi dan berwudhu. Lidah orang Alas menyebut Telaga Mekar sebagai 'Lage Mekakh' atau 'Ge Mekakh' atau 'Gemengkakh'. (sumber)

Published: By: Admin2 - 2/03/2018

2/02/2018

Mengenal #Tokoh Maliddin Maarif #Lubis yang Berpengaruh dalam #Sejarah #Islam di #Pakpak #BatakIslam #JBMIPeduli #DairiIslam #Dairi

Tokoh penting lannya yang dapat disebut sebagai pionir Islam di Pakpak adalah Maliddin Maarif Lubis. Malidin ini secara geografis berasal dari Kota Medan yang memiliki militansi dakwah yang sangat luar bisa. Sebab, dalam proyeksi penyebaran Islam di Pakpak ia melibatkan keluarganya, terutama isterinya untuk ikut dan berbaur dengan masyarakat Pakpak. Malidin Maarif Lubis ini adalah merupakan Ketua Yayasan Zending Islam yang didirikan oleh Haji Guru Katib Sibarani dari Porsea, Toba Samosir (Tobasa).

Yayasan yang beralamat di Jalan Sisingaraja dekat Taman Makan Pahlawan ini tidak hanya terlibat dalam penyebarluasan Islam di kalangan masyarakat Pakpak, tetapi juga memberikan keluasan kepada anak-anak masyarakat Pakpak untuk “nyantri”.

Menurut Burhanuddin Sitompul sebelum menjabat sebagai Ketua Yayasan Zending Islam, Lubis sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kepala Penerangan Sumatera Utara.

Dia juga merupakan alumni Pesantren Musthafawiyah Purba Baru dan murid dari Syeikh Musthafa Husein. (lihat)

Pengalamannya di birokrasi pada masa pemerintahan orde baru ini tidak membuatnya “betah” untuk hanya duduk di birokrasi, melainkan setelah pensiun dari penerangan ia mengabdikan dirinya kepada masyarakat Pakpak untuk terlibat aktif dalam menyebarluaskan Islam. Sejauh ini, tidak diketahui secara pasti berapa lama Lubis ini berdomisili di Pakpak dalam membangun masyarakat Islam di sana.



Berbeda dengan pionir Islam sebelumnya Lubis justeru melihat bahwa membangun masyarakat harus dilakukan dengan membangun sarana pendidikan bagi masyarakatnya mungkin juga karena memang saat itu masyarakat Islam Pakpak sangat lemah dalam bidang pendidikan. Dalam melaksanakan tugas dakwah ini Lubis dibantu oleh masyarakat setempat membangun madrasah di beberapa titik, terutama yang ada di daerah Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe yang sampai sekarang masih dapat disaksikan madrasah tersebut beroperasi dan sebagian kecil lainnya sudah tidak lagi difungsikan sebagai sekolah. (baca sumber di sini)
Published: By: Admin2 - 2/02/2018

2/01/2018

Drs H Fakhry Samadin Tarigan S.Ag, Ketua MUI Karo

Kabanjahe (Inhum). Siswa/i MAN Kabanjahe hadiri acara pelantikan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Karo Masa Khidmat 2016-2021, Rabu 1 Januari 2017.

Acara ini dilaksanakan di Pendopo Bupati Kabupaten Karo yang dihadiri oleh Asisten I, Dandim, Danyon, pendeta, para ustadz, tokoh masyarakat, ormas-ormas Islam dan Ketua DPD MUI Sumut Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA.

Tampil sebagai pembaca Alquran adalah Ahmad Yani yang merupakan qari terbaik dewasa putra pada MTQ Tk Kabupaten Karo Tahun 2016. Ahmad merupakan guru di MAN Kabanjahe sekaligus pelatih tilawah.

Selanjutnya siswa/i tersebut mengikuti acara pelantikan dengan penuh khidmat. Kepala MAN Kabanjahe Hotman Efendi Tanjung juga turut hadir dalam acara pelantikan pengutus MUI tersebut.

Susunan personalia MUI Karo yang dilantik, masing-masing, ketua umum Drs H Fakhry Samadin Tarigan SAg dan sekretaris umum Muhammad Yazid ST SPdi. (sumber)
Published: By: Admin2 - 2/01/2018

Drs. Naik Angkat MM, Ketua MUI Dairi

Kapolres Dairi AKBP DEDY TABRANI S.I.K, M.Si yang didampingi Kasat Intelkam AKP SAHALA HARAHAP,  Kasat Reskrim AKP AGUS M BUTAR BUTAR ,Kasubbag Humas IPTU SUKANTO BERUTU, SH  dan KBO Sat Binmas IPDA DONI SALEH melaksanakan Kunjungan Silahturahmi ke Kediaman Ketua MUI Kab. Dairi Drs NAIK ANGKAT MM pada hari Jumat tanggal 07 April 2017 pukul 09.00 wib.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Dairi beserta rombongan bersilahturahmi ke Kediaman Ketua MUI, dan Ramah Tamah serta saling bertukar pengalaman dengan ketua MUI, dimana ketua MUI  menjelaskan tentang karir nya sebelum menjabat sebagi Ketua MUI  pernah menjabat sebagai anggota Dewan di kab. Dairi dan juga Ketua Partai PAN dan Tahun 2009 menjabat sebagai Ketua MUI dan selalu beraktifitas mengisi ceramah dan pengajian di beberapa tempat serta selalu berperan dalam menyelesaikan Konflik-konflik kecil yang ada ditengah-tengah masyarakat demi terciptanya kerukunan antar umat beragama.

Kapolres juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua MUI yang selalu berpartisipasi dalam memberikan kesejukan bagi umat kaum muslim dan Kapolres juga meminta dukungan dalam melaksanakan tugas di Kab. Dairi untuk dapat selalu bekerjasama dengan Aparat Kepolisian dalam memberikan ceramah-ceramah tentang upaya pencegahan Bahaya Narkoba dan lainnya  agar situasi Kamtibmas selalu kondusif. Kapolres juga mengharapkan komunikasi antara Pemuka Agama dapat dilaksanakan dengan baik dan akan menghadiri setiap acara yang dilaksanakan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) seperti Coffe Morning Bersama  sehingga Toleransi Beragama di Kab. Dairi dapat terbina dengan baik dan saling menghargai sehingga jika  ada gesekan-gesekan bisa diseleasikan dengan mudah melalui forum tersebut. (sumber)
Published: By: Admin2 - 2/01/2018

Malindung Capah, Ketua MUI Pakpak Bharat

Plt.Kakan Kemenag Pakpak Bharat Dunggar Angkat yang diwakili Kasi Bimas Islam menerima kunjungan Ketua Majelis ulama Pakpak Bharat Malindung Capah hari Senin 10 April 2017 di ruangan Bimas Islam dalam rangka menjalin silarurahmi antara Kemenag Pakpak Bharat dengan Maajelis Ulama yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Dalam kesempatan itu Kasi Bimas Islam Riswan Gaja menyambut baik kunjungan dari pihak Majelis Ulama Pakpak Bharat karena kunjungan mejelis ulama berkaitan dengan pembinaan umat yang ada di kabupaten Pakpak Bharat yang terdiri dari beragam unsur dan etnis yang mendiami Pakpak Bharat.

Dalam kesempatan itu Kasi Bimas Islam Riswan Gaja mengimbau kiranya antara pihak Majelis Ulama Pakpak Bharat dengan Kementerian Agama Pakpak bharat dapat bekerja sama dalam pembianaan umat yang ada di Pakpak Bharat sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar tentang keumatan terutama dalam menjalan ibadah sehingga umat tidak terpecah-pecah.

Ketua MUI Pakpak Bharat Malindung Capah menyambut baik himbauan dari pihak kemenag tersebut karena pembinaan umat yang dilakukan selama sudah baik akan meningkat karena pembinaan bukan hanya dilakukan oleh ulama melainkan tugas bersama sehingga masyarakat dapat pembinaan yang baik dan benar sehingga dapa mempererat serta memperkuat ukhuawah islamiyah sesama muslim.

Acara kunjungan ketua MUI ke kantor Kemenag Pakpak Bharat penuh dengan nuansa silaturahmi yang kental berjalan dengan baik. (sumber)

Dakwah

Ka.KUA Kec. STTU Jehe , Drs.Malindung Capah, melakukan progam Pembinaan Umat beragama di wilayah kerjanya. terlihat dari hasil programnya yang berdawah ke masjid masjid , ada satu keluarga yaitu marga Berutu dan istrinya br Bancin beserta ke empat anak mereka, yang tinggal di Dusun Lae Serre Desa Tanjung Mulia yang di bukakan Allah Pintu hatinya hingga mereka Muallaf.

Acara pensyahadatan dilaksanakan beberapa hari yang lalu Selasa (06/01) dirumah pak berutu, acara Pensyahadatan langsung dilakukan oleh Ka.KUA Kec. STTU Jehe dilanjutkan dengan Pengkhitanan oleh Dinas Kesehatan Pakpak Bharat Dan Puskesmas Sibande.

Dengan adanya penduduk yang Muallaf ini, Malindung capah berharap kiranya seluruh Tokoh agama, masyarakat dan pemerintah setempat dapat memberikan bantuan dan pembekalan keagamaan kepada keluarga yang baru muallaf.

Dia juga berharap masyarakat setempat dapat hidup rukun dan damai tanpa adanya intimidasi yang dapat mengakibatkan pepecahan ummat. (sumber)

MUI Pakpak Bharat Sebelumnya

Pelantikan pengurus DPD MUI (Majelis Ulama Islam) Kabupaten Pakpak Bharat periode 2010-2015 berlangsung dengan penuh khidmat, acara dimaksud di hadiri Wakil bupati Ir H Maju Elias padang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Hasan Basri Bancin serta para undangan lainnya yang hadir saat itu.

Acara mengambil tempat di gedung serba guna Salak baru-baru ini,dengan dasar pelantikan yang di tuangkan dalam surat keputusan (Sk) yang di tandatangani Prof. DR H. Abdullahsyah dan seketaris Prof. DR Hasan Bakti Nasution melantik atas nama Daud Sagala menjadi Ketua, Riswan gajah sebagai Seketaris, dan Hj Nurbaya Silaban di percayakan sebagai Bendahara. Dalam susunan kepengurusan teras MUI (Majelis Ulama Islam) tingkat Kabupaten Pakpak Bharat. Prof. H Hasan Bakti Nasution dalam sambutannya mengingatkan kepada para pengurus yang baru di lantik agar melengkapi nama-nama susunan personil di masing masing bidang lainnya, di tekankan agar perlu di ingat bahwa organisasi MUI bukanlah suatu alat politik yang se waktu-waktu dapat mempengaruhi situasi dan kondisi.

Kehadiran MUI di Kabupaten Pakpak Bharat harus benarbenar Independen di tengah tengah pemerintah maupun masyarakat luas,dalam himbaunnya seraya menekankan untuk tidak di jadikan suatu alat politik.

Acara berlangsung sukses penuh dengan sambutan para tokoh muslim, namun di lain sisi sejumlah warga menyayangkan acara tersebut karena sebelumnya Wakil Bupati sempat berang kepada panitia. Semoga hal itu menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua. Ujar beberapa warga yg hadir ketika itu. (sumber)
Published: By: Admin2 - 2/01/2018

Mengenal Ikatan Persaudaraan Islam Samosir dan Sekitarnya (IPERISS)

Pengurus Ikatan Persaudaraan Islam Samosir dan Sekitarnya (IPERISS), periode 2015-2020 dilantik di gedung Suara Nafiri Convention Hall Medan, Minggu (7/6), oleh Pembina IPERISS Prof Dr dr Aslim Sihotang, SpM.

Ketua IPERISS yang dilantik H Alifdin Sihotang dalam sambutannya menyebutkan, IPERISS merupakan wadah berkumpulnya umat Islam dari kawasan Samosir dan sekitarnya. Sebelum dikembangkan menjadi IPERISS, wadah berkumpul umat Islam Samosir selama ini adalah Serikat Tolong Menolong (STM) Islam Samosir.

“Karena warganya di Kota Medan ini semakin banyak dan untuk memaksimalkan program-program yang dilakukan selama ini maka wadah Islam Samosir ini sepakat kita kembangkan menjadi organisasi yang lebih formal,” tuturnya.

Alifdin menyebutkan, IPERISS bebas dari politik dan murni sebagai wadah silaturahim serta pengembangan siar Islam di Samosir sekitarnya. “Kenapa kita nyatakan bebas politik karena kalau sudah menyentuh politik rawan terjadi perpecahan karena  perbedaan kepentingan,” paparnya.

Dia menyebutkan, saat ini di Kota Medan tercatat sekitar 200 KK warga Islam asal Samosir sekitarnya. Sementara di Samosir sendiri saat ini sekitar 170 KK umat Islam. Dalam pelantikan itu, hadir Ketua MUI Samosir Amru Hasibuan, SHi, dan perwakilan pengurus BKM (Badan Kemakmuran Masjid) dari tujuh masjid yang ada di Samosir.

Ketua MUI Samosir Amru Hasibuan menyambut gembira dibentuknya IPERISS. “Kami berharap dengan wadah IPERISS ini, siar Islam di Samosir bisa ditingkatkan, ada banyak tugas yang harus kita jalankan,” ujarnya.

Pembina IPERISS Aslim Sihotang dalam arahannya meminta agar pengurus bersungguh-sungguh menjalankan program, yang nantinya bermanfaat bagi umat Islam  di Samosir sekitarnya. “Kita mendengar sampai sekarang masih kekurangan guru agama Islam, sehingga murid-murid yang Islam terpaksa belajar pelajaran agama lain, karena kalau tidak maka nilai pelajaran agama di rapotnya nol, maka saya minta masalah guru agama Islam ini menjadi salah satu prioritas pengurus IPERISS,” paparnya.

Aslim Sihotang juga menyinggung tentang kondisi memprihatinkan masjid di daerah wisata Tuktuk Simanindo, Samosir, yang sampai saat ini belum selesai juga. Kondisi akses jalan ke masjid yang cuma setapak menjadi sorotan banyak pihak. “Mencari jalan keluar yang terbaik dari kondisi sekarang merupakan tugas kita bersama,” ujarnya. (sumber)

MUI Samosir

MUI Kabupaten Samosir untuk pertama sejak terbentuk melaksanakan Rapat Kerja Daerah I MUI Kab. Samosir yang berlangsung satu hari di Saulina Resort, Pangururan(25/4), dengan tema Peningkatan Peran MUI dalam Menciptakan Masyarakat Madani dan Religius.Ketua MUI Kab. Samosir, Amru Hasibuan,S.Hi. dalam sambutannya menyatakan bahwa pelaksanaan Rekerda I sebagai momentum sejarah karena pertama kali melaksanakan raker sejak terbentuk dan momentum perumusan langkah strategis organisasi baik ke dalam maupun ke luar seperti pemerintahan, kebangsaan dan keummatan.



Peserta raker diharap aktif dalam merumuskan berbagai program kerja yang sifatnya rasional dan objektif sesuai dengan kompetensi dan kemampuan daerah Samosir ini. Rakerda ini dibuka secara resmi oleh Bupati Samosir, dalam hal ini diwakili oleh Bapak K. Sihotang (Staf Ahli Bupati Bidang Hukum). Dalam bimbingan dan arahannya Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir menyambut baik kegiatan ini, semoga menghasilkan program yang kita inginkan selama tahun 2013.Bapak K. Sihotang mengharapkan peran MUI dalam membentengi aqidah dan syariat Islam walau itu bertentangan dengan hak azasi manusia terutama dalam menghadapi era globalisiasi atau keterbukaan. MUI juga diharapkan berperan penting mencegah terjadinya trafficking (perdagangan manusia) dan mencegah demoralisasi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba dan derasnya arus informasi negatif yang merusak. Untuk merumuskan program kegiatan tahun 2013 dibentuklah 3 (tiga) komisi yang terdiri dari komisi organisasi dengan ketua, M. Rosyadi Lubis, komisi program kerja dengan ketua, Hamdan Y. Kaloko dan komisi rekomendasi dengan ketua, J. Sitakar.

Komisi inilah yang akan membahas berbagai agenda penting mengenai permasalahan kebangsaan dan keummatan.Hasil pembahasan program dari 3 komisi ini dibacakan masing-masing pimpinan di hadapan peserta untuk didiskusikan. Kesimpulan dari rumusan program tersebut diserahkan kepada Ketua MUI Kab. Samosir untuk ditindak lanjuti oleh komisi-komisi yang ada di MUI Kab. Samosir dengan pihak terkait terutama dengan Pemerintah Kabupatan. Rumusan tersebut diharapkan akan membawa kemashlahtan bagi umat Islam yang ada di Kab. Samosir ini. Amin.Sebelumnya, ketua panitia, M. Fitri Anshori, SEi, menyatakan bahwa Raker ini merupakan sarana evaluasi terhadap kegiatan dan kebijakan MUI Kab. Samosir masa khidmat 2012-2017. Peserta Raker adalah pengurus dan anggota MUI Kab. Samosir dan sumber dana pelaksanaan Reker berasal dari kas MUI Kab. Samosir.
Published: By: Admin2 - 2/01/2018

Melihat Suasana #Pemilihan Ketua #MUI Humbahas

Ketua MUI Humbang Hasundutan Safran Rizal Hutagalung sekaligus Ketua Panitia MUSDA III MUI Humbang Hasundutan mengatakan MUSDA ini dihadiri Sekretaris Umum DP MUI Provinsi Sumatera Utara DR. H. Ardiansyah LC, unsur Pimpinan Daerah (Uspimda) Humbahas, Kepala Kantor Kementerian Agama Humbahas, Kapolres Humbahas, Kajari Humbahas, Pimpinan Pondnk Pesantren, Kepala KUA, Kepala Madrasah, tokoh Agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat serta para undangan lainnya.

Sedangkan DP MUI Provinsi Sumut dalam arahan dan bimbingannya mengucapkan slamat atas terselenggaranya Musda III MUI Humbang Hasundutan. Dia mengatakan semoga kegiatan ini membawa hasil yang baik dalam rangka meningkatkan peran ulama serta menjalin koordinasi dengan semua pihak terkait dalam pembangunan Kabupaten Humbang Hasundutan di masa mendatang.

Selanjutnya dia mengatakan bahwa para ulama mempunyai kedudukan sebagai informan di tengah masyarakat. Peran ini sangat penting dan strategis, khususnya untuk memperkokoh sendi-sendi etika, moral dan spiritual kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Para ulama juga berfungsi untuk mencerahkan, mencerdaskan, dan membimbing umat dengan ajaran dan nilai-nilai Islam", ungkapnya.

Pada akhir bimbingannya Ardiansyah mengharapkan agar para ulama membekali diri dengan kepribadian yang tangguh,pengetahuan, pemikiran dan wawasan yang luas serta kepekaan terhadap permasalahan yang terjadi di tengah umat.

Pada MUSDA ini dihasilkan kesepakatan berdasarkan musyawarah dan mufakat oleh formatur Musda MUI III Kabupaten Humbang Hasundutan dalam hal ini pembentukan pengurus MUI Kabupaten Humbang Hasundutan yang baru masa khidmad 2017-2022 dimana Arifin Sihite terpilih sebagai Ketua Umum, Safran Rizal Hutagalung sebagai Sekretaris Umum,dan Jhon Anwar Tumanggor sebagai Bendahara Umum. (sumber)
Published: By: Admin2 - 2/01/2018

12/30/2017

Biografi M. Hadi Nainggolan, Putra Batak Singkil yang Pimpin DPP Pemuda JBMI

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pemuda Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) kini dipimpin (baca) M. Hadi Nainggolan, pendiri Moeslim Entrepreneur Coacing dan Ketua Pemuda Rimo Bersaudara (baca).

Garis hidup perjalanan seseorang memang taka da seorangpun yang bisa mengetahuinya. Ini berlaku bagi siapapun termasuk Muhammad Hadi Nainggolan. Melihat sosoknya kini, orang mungkin tak percaya jika belasan tahun lalu Hadi Nainggolan semasa kecil kerap berkeliling kampung menjual kue demi membantu sang ibu untuk menafkahi keluarga.

Dibesarkan di Desa Rimo, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, sejak usia 9 tahun, pria yang akrab di sapa Bang Hadi ini sudah berdagang menjual kue sepulang sekolah. Mau tak mau, jalan hidup ini terpaksa ia tempuh setelah sang ayah sakit stroke sehingga tak bisa bekerja. “Karena keterbatasan ekonomi ini, rutinitas ini saya tempuh setiap hari sehabis Salat Subuh. Sepulang sekolah, saya jualan lagi, jual es dalam termos,” kata Hadi saat diwawancarai oleh Suara.com di Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Jika hari minggu, ia membantu sang ibu berjualan rempah-rempah dan hasil bumi di pasar. Tanggung jawab yang ia pikul semakin besar setelah sang ayah meninggal dunia saat dirinya kelas 6 SD. “Pengalaman hidup saya waktu kecil seharusnya diisi bermain. Tapi seperti ini takdir hidup saya yang telah digariskan Allah SWT dan justru ini membuat saya menjadi mandiri,” ujar pria kelahiran 25 April 1983.

Profesi dagang ia tekuni terus saat memasuki masa SMP dengan SMA.

Saat kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Medan, ia membuka bisnis percetakan. Modalnya ia miliki dari hasil keuntungan berdagang melalui kios miliknya di pasar selama SMP dan SMA. Ia bahkan sempat memiliki properti dan kendaraan dari bisnis percetakannya.

Memasuki tahun 2011, Hadi memutuskan menjual seluruh asetnya di Medan. Ia memilih merantau ke Surabaya, Jawa Timur dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di Banjarmasin ia menekuni bisnis batubara. Sayangnya komoditi batubara akhirnya melorot. “Dari situ saya berpikir bahwa kita harus merancang bisnis yang lebih bisa bertahan lama,” tutur Hadi.

Akhirnya mulai 1 Januari 2013, Hadi memutuskan merantau ke Ibu Kota Jakarta. Disinilah ia secara bertahap berhasil membangun tiga kelompok usaha. Pertama, Daun Agro Group yang bergerak di bidang usaha perdagangan kelapa kopra. Bahan bakunya dari Nusa Tenggara Timur yang didistribusikan oleh penyalur di Surabaya. Selain itu, ia menyediakan jasa konsultan perencanaan perkebunan sesuai basic pendidikan yang ia miliki. “Usaha ini ada di Medan, Banjaramasin dan Surabaya,” tambah Hadi.

Kedua, ia menjadi Chief Executive Officer (CEO) Langit Digital Group. Usaha ini adalah yang paling menjanjikan secara komersial dari tiga kelompok usaha yang ia miliki. Terdiri dari PT Langin Trans Digital, dengan fokus usaha pengadaan hardware point of sales disertai aplikasi casier web. Kemudian ada PT Langit Taktik Digital, ini fokus pada content digital marketing. Jadi jika ada orang butuh jasa konsultan untuk media social, social media monitoring serta pengelolaan brand (merek).

Selain itu, ada satu PT lagi yang akan diluncurkan yang menyediakan jasa sebagai situs belanja online (e-commerce) pada Juni 2016 mendatang. Namun e-commerce yang akan ia luncurkan lebih bersifat spesifik pada produk-produk tertentu. “Karena itu justru memiliki peluang lebih besar kepada pasar. Kalau situs belanja online terlalu general produknya yang ditawarkan, orang akan malas,” jelas pria berdarah campuran Tapanuli Utara dan Aceh Singkil tersebut.

Kelompok usaha yang ketiga ialah Graha Inspirasi, dimana Hadi juga sebagai founder sekaligus CEO. Graha Inspirasi didirikan pada tahun 2014. Ide mendirikan Graha Insprasi tersebut merupakan kelanjutan dari salah impiannya ketika mendirikan Moeslim Entrepreneur Coacing di Kota Medan, Sumatera Utara pada tahun 2009 silam. Salah satu impian yang belum terwujud adalah membuat sebuat sentra kegiatan "creative hub" berbagai komunitas untuk bertukar ide, belajar bersama, saling mendukung, berbagi ilmu dan bersinergi dalam proses pengembangan bisnis/usaha serta kreatifitas diri.

Impian tersebut menjadi kenyataan ketika bang hadi bertemu dengan Ibu Riwandari Juniasti di Jakarta, yang akhirnya menjadi partnership untuk bersama-sama mendirikan Graha Inspirasi. “Awalnya ini ditujukan sebagai kegiatan sosial, namun kemudian berkembang menjadi usaha yang menjanjikan,” tutur Hadi.



Fokus usahanya ada 4. Pertama menyediakan jasa persewaan ruangan kantor di 7 tempat, mulai Kalimalang, Pancoran, Rawamangun, Senen dan beberapa tempat lain. Kedua, virtual office yang merupakan kantor bersama. Ini bagi pelaku usaha yang belum mampu menyewa ruang kantor sendiir. Ketiga, coworking space atau kantor harian bagi pelaku usaha yang belum mampu sewa kantor ataupun virtual office. Keempat, jasa pelatihan entrepreneur bagi kawula muda. “Yang terakhir ini bisa saja tak dipungut biaya jika ada sponsornya,” kata Hadi.

Hadi tak melulu mengisi hari-harinya dengan aktivitas bisnis. Ia aktif di beberapa Organisasi/Komunitas, ,mulai dari sebagai Co Founder Komunitas Memberi, Local President JCI Jakarta (Junior Chamber International) Jakarta tahun 2016, Sekretaris Forum Dialog BPP HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), Sekretaris Jenderal PERJAKBI (Perhimpunan Pengusaha Jasa Kantor Bersama Indonesia), Wakil Sekretaris Jenderal DPP BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) dan beberapa organisasi lainnya.

Ia menolak menyebut penghasilan dari total usahanya dalam setahun. Namun dalam SPT tahun pajak 2015, ia membayar pajak Rp680 juta untuk pendapatan korporasi miliknya dalam setahun. “Mimpi saya selanjutnya, di usia 40 tahun bisa punya karyawan 25 ribu orang. Saya sekarang baru punya karyawan 47 orang. Sekarang bisnis saya memang sedang di fase kecil menuju ke menengah,” tutup Hadi sambal tersenyum simpul.  (sumber)
Published: By: Admin2 - 12/30/2017

7/26/2017

Kenang Wafatnya Jureman Marbun, PMPS akan Adakan Acara 'Mangapuli' pada 6 Agustus 2017

Anggota Punguan Muslim Pakkat di Jakarta dan Sekitarnya (PMPS) akan mengadakan acara mengenang wafatnya Jureman Marbun pada Minggu, 6 Agustus 2017.

Tokoh Pakkat tersebut merupakan ayahanda dari H. Julkifli Marbun, MA, ketua periode ketiga PMPS, dan dikenal dengan nama Mahmun Syarif Marbun saat studi di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru.

Acara 'mangapuli' tersebut, akan diadakan di kediaman Bpk. Julkifli di Depok namun bisa saja dipindahkan ke kawasan wisata di Bogor sesuai dengan perubahan kondisi.

Hal itu diungkapkan Ust. Sabar Hutagalung yang kini kembali memimpin PMPS kepada tuan rumah Julkifli di Tangerang baru-baru ini.

Almarhum Jureman wafat pada 27 Mei 2017, dan dimakamkan di Siniang. Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, SE hadir melayat ke rumah duka Pakkat, saat itu.

Untuk terus meneladani kebiasaan baik almarhum, anak-anaknya telah melakukan serangkaian kegiatan. Selain kegiatan yang biasa dilakukan (baca) juga digagas berdirinya Yayasan Mahmun Syarif Marbun, Kursus PKBM Pakkat dan lain sebagainya. (baca)



Published: By: Admin2 - 7/26/2017

6/15/2017

Mengenal #Tokoh-Tokoh Muda #Pakkat, Calon #Pemimpin #Bangsa di Masa Depan

Pakkat merupakan kecamatan kecil yang masyarakatnya hidup dalam keberkahan dan mempunyai visi dan pandangan yang membangun untuk bangsa dan negara.

Puluhan tokoh nasional, dari berbagai latar belakang telah lahir dari daerah yang dilalui jalur transportasi dari Dolok Sanggul ke Barus ini.

Di antaranya sebagai tokoh masyarakat, ilmuwan, akademisi, pejabat, petinggi TNI/Polri dan lain sebagainya.

Mereka ada yang berdomisili di Pulau Jawa, Sumatera bahkan di luar negeri.

Tapi, ternyata di Pakkat sendiri banyak tokoh-tokoh muda yang sedang tumbuh dan berpotensi menjadi pemimpin bangsa di masa depan, baik untuk skala lokal maupun nasional.

Tanpa mengurangi hormat penulis kepada beberapa sosok yang tak dapat kami sebutkan satu per satu, kiranya tulisan ini dapat menjadi doa bagi mereka agar terus berkarya dan menunjukkan prestasi terbaik untuk masyarakat.

Di antara tokoh muda yang mengayomi masyarakat adalah Ust Mas Ismail Simanjuntak atau dikenal akrab dengan bang Mas.

Beliau adalah murid dari KH Ibrahim Lubis semasa pengajian dan senior bagi kalangan muda setempat. Ust Ibrahim merupakan Ketua MUI Pakkat yang merupakan lulusan pesantren tertua di Sumatera Utara, Musthafawiyah Purba Baru.

Selain Ust. Lubis, lulusan lain pesantren ini yang berdomisili di Pakkat adalah alm. Mahmun Syarif Marbun, adinda dari Buya Ali Akbar Marbun, pengasuh Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan dan cabangnya di Lae Toras, Tarabintang, Humbang Hasundutan. Keduanya juga lulusan Purba Baru.

Mas Ismail semasa kecil merupakan murid pengajian yang disukai teman-temannya. Walau lebih senior dari rekannya H. Ahmad Jubeir, keduanya sering tampil dalam berbagai kompetisi mengaji, tilawah dan lain sebagainya di berbagai ajang tingkat kecamatan dan kabupaten, saat itu.

Kini Ust Mas, begitu panggilannya, mengabdikan diri pada masyarakat Pakkat sekitarnya dan sering menggantikan posisi Ust Lubis bila berhalangan dalam berbagai agenda sosial yang dibutuhkan.

Berikutnya adalah H. Ahmad Jubeir Marbun. Beliau pernah kuliah di India usai mengajar di Pesantren Al Kautsar Al Akbar cabang Lae Toras, Humbang Hasundutan.

Selama kuliah di India, dia menyempatkan diri untuk mengabdi kepada masyarakat sebagai petugas haji melalui tenaga musiman Kementerian Agama RI di Jeddah, Arab Saudi.

Dia kuliah di Universitas Bangalore, melalui beasiswa ICCR (Indian Council for Cultural Relations). Di kampus yang terletak di selatan India tersebut, jumlah mahasiswa Indonesia sangat sedikit sehingga memaksanya bergaul hampir saban hari dengan mahasiswa asing dari AS, Asia dan Afrika.

Kembali ke Indonesia, dia pernah dihadapkan kepada dua pilihan yang pelik. Saat dia sedang kampanye menjadi caleg untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat Sumut dari Partai PPP, dia diterima sebagai CPNS di Humbang Hasundutan sebagai guru.

Jiwa keikhlasan dan tekad untuk mengabdi mendorongnya memilih profesi guru, meneruskan pengabdiannya sebagai guru di Pesantren Lae Toras, hanya saja kini di sekolah pemerintah. Diapun mengundurkan diri dari kampanye untuk memenuhi aturan yang berlaku.

Dengan mengajar, dia bisa mengabdi dan mengamalkan ilmunya yang akan sangat berguna baginya kelak di akhirat; sebagai amal jariyah baginya dan bagi keluarganya, khususnya kepada ayahandanya Jureman Marbun/Op. Diyanah/Sultan Marbun.

Dari pengalamannya mengajar di dua tempat, berbagai alumni dan lulusan pernah dia didik, mereka yang kelak menjadi bibit-bibit unggul generasi bangsa. (lihat profil lengkapnya)

Tokoh muda lainnya adalah Ust. Muslih Lubis yang merupakan putra dari KH.  Ibrahim Lubis. Sebagaimana ayahandanya, dia juga merupakan lulusan berikutnya dari Purba Baru, setelah generasi pendahulu.

"Doakan, anak saya dapat menggantikan saya mengabdi kepada masyarakat," kata Ust Lubis senior baru-baru ini kepada penulis.

Kini Ust Ulli, nama panggilannya, yang juga lulusan perguruan tinggi di Yogyakarta, membantu ayahanda dalam berbagai kegiatan, mulai dari pelaksanaan manasik haji, pengelolaan madrasah, manajemen masjid dan berbagai kegiatan mulia lainnya.

Semoga kelak Ust Ulli dapat terus berkarya sehingga masyarakat akan mendapat berkah dengan mempunyai pemimpin-pemimpin yang dihormati di masa depan.

Tokoh muda lain yang layak disebut adalah H. Yusuf Marbun, MA, sosok low profile dan tawadhu yang kini berdomisili di Pakkat.

Lulusan Pesantren Al Kautsar Al Akbar Medan, Aligarh Muslim University dan pascasarjana di Jamia Millia Islamia University, New Delhi ini, dua jenjang terakhir dari jalur ICCR, merupakan pribadi yang cinta dan mengabdi kepada orang tua.

Demi membahagiakan orang tua, apapun akan dilakukan termasuk menolak berbagai tawaran kerja di Yordania, Malaysia, kesempatan menjadi Dosen di berbagai universitas dalam negeri dan lain sebagainya.

Walaupun kini tak langsung terjun ke berbagai bidang masyarakat, tapi riwayatnya telah menjadi inspirasi bagi anak-anak usia sekolah untuk rajin belajar.

Pengelola Yayasan Mahmun Syarif Marbun ini, juga siap setiap saat dimintai pendapatnya membangun media, khususnya www.tobapos.com.

Selama di India, tercatat dia sudah dua kali menjadi petugas haji Kementerian Agama RI dari tenaga musiman di Makkah Arab Saudi dan beberapa pengalaman kerja part-time semasa kuliah.

Dia merupakan adik dari H. Jukifli Marbun, MA, yang pernah menjadi Ketua periode ketiga Punguan Muslim Pakkat di Jakarta dan Sekitarnya (PMPS), sebuah paguyuban yang didirikan oleh alm. Kombes Kasirun Sihotang, dan juga pernah menjadi Anggota Dewan Penasihat Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) pada periode kepemimpinan DR. Marhaban Sigalingging.

Bang Yusuf, begitu panggilannya, juga mempunyai adik Julkarnaen Marbun dan Nurjuriyatussifah Marbun, MA, yang kini menjadi Kepala Sekolah Madrasah Aliyah, Pesantren Al Kautsar Al Akbar di Medan.

Selain tokoh-tokoh muda di atas, sebenarnya Pakkat dipenuhi oleh generasi-generasi terbaik bangsa. Mereka yang akan mewarnai dan ikut berpartisipasi membangun bangsa dan negara Indonesia tercinta di masa depan.

Mari berdoa untuk mereka dan tokoh-tokoh lain yang tak dapat kami sebut satu per satu, yang berdomisili di Pakkat maupun di perantauan, yang kelahiran Pakkat atau kelahiran luar tapi menetap di Pakkat, untuk tetap berkarya kepada masyarakat, dijaga dan diberkahi oleh Allah SWT dengan rezeki kesehatan dan karunia yang melimpah.

اللهم إنا نسألك خير المسألة ، وخير الدعاء ، وخير النجاح  ، وخير العمل ، وخير الثواب ، وخير الحياة ، وخير الممات ، وثبتنا ، وثقل موازيننا ، وحقق إيماننا ، وارفع درجاتنا ، وتقبل صلاتنا ، واغفر خطيئاتنا ، ونسألك الدرجات العلى من الجنة .اللهم إنا نسألك فواتح الخير ، وخواتمه ، وجوامعه وأوله وآخره ، وظاهره ، وباطنه والدرجات العلى من الجنة ، آمين .اللهم إنا نسألك خير ما نأتي ، وخير ما نفعل ، وخير ما نعمل ، وخير ما بطن ، وخير ما ظهر ، والدرجات العلى من الجنة ، آمين .

اللهم إنا نسألك أن ترفع ذكرنا ، وتضع وزرنا ، وتصلح أمرنا ، وتطهر قلوبنا ، وتحصن فروجنا ، وتنور لنا قلوبنا ، وتغفر لنا ذنوبنا ، ونسألك الدرجات العلى من الجنة ، آمين .اللهم إنا نسألك أن تبارك لنا في أنفسنا ، وفي أسماعنا ، وفي أبصارنا ، وفي أرواحنا ، وفي خُلقنا ، وفي خَلقنا ، وفي أهلينا ، وفي محيانا ، وفي مماتنا ، وفي أعمالنا ، فتقبل حسناتنا ، ونسألك الدرجات العلى من الجنة ، آمين 


Semoga kelak, Pakkat dan tokoh-tokoh yang lahir dari bumi-nya serta yang akan lahir di tempat yang subur ini, tetap dapat berkontribusi dengan prestasi terbaiknya untuk bangsa dan negara yang tercinta.

Begitu juga doa kepada Allah SWT agar selalu merahmati guru-guru penulis, yang masih hidup atau yang sudah wafat, khususnya alm ayahanda Jureman Marbun yang dikenal dengan nama Mahmun Syarif Marbun semasa studi di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing  Natal, Tuan Guru Syeikh Ali Akbar Marbun, dikenal dengan sebutan Buya Ali Akbar Marbun, kini Rais Syuriah PBNU, Ketua Dewan Ulama Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) dan pengasuh Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar.

Juga kepada guru KH. Ibrahim Lubis, Ketua MUI Pakkat, guru-guru di sekolah, pesantren, guru-guru di India (baik dalam ilmu hadits maupun lainnya), Yordania (sastra arab) dan lain sebagainya yang tak dapat kami sebut satu persatu.
Published: By: Admin2 - 6/15/2017

6/14/2017

Belajar kepada Guru Mahmun Syarif Marbun

Masjid di Pulo Bali, Sinamo, Pakkat
Warga Pakkat di Humbang Hasundutan dan yang di Jakarta berduka atas wafatnya Jureman Marbun atau akrab disapa Mahmun Syarif Marbun sewaktu studi di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Beberapa anggota Punguan Muslim Pakkat di Jakarta dan sekitarnya (PMPS) datang sengaja untuk melayat, sekaligus pulang kampung untuk Ramdhan.

Almarhum wafat pada hari pertama Ramadahan 2017, tepat pada Sabtu 27 Mei 2017. Dia dimakamkan di Pemakaman Masjid Siniang, Lumban Tonga-Tonga, Pakkat, Humbang Hasundutan.

Di tempat yang sama dimakamkan ayahandanya sebelumnya, Buyung Marbun yang meninggal dunia pada empat hari usai cucunya lahir, Julkifli Marbun, yakni pada tahun 1977.

Almarhum Mahmun Syarif dikenal sangat mengayomi dan tidak pelit dalam berbagi ilmu. Hanya satu syarat agar dapat mengamalkan ilmunya; yakni harus bersabar dan mempunyai disiplin.

Itulah kesan salah satu anggota PMPS yang bercerita kepada penulis beberapa tahun yang lalu. Sebut namanya Bang S, untuk menghormati privasinya.

Bpk So, yang lain, mengatakan bahwa dirinya pernah belajar langsung dan menginap di tempat keluarga Mahmun Syarif.

Penulis di Masjid Siniang, Lumban Tonga-Tonga, Pakkat, Humbang Hasundutan


Di sana dia belajar ilmu manajemen usaha, perbengkelan dan lain sebagainya.

"Kami diajari berbagai ilmu agar kelak merantau dapat melakukan pekerjaan dengan serba bisa," katanya.

Walau almarhum merupakan lulusan pesantren, dia memang tidak mengajar layaknya di sekolahan.

Tapi, toko dan tempat usahanya menjadi tempat belajar oleh banyak orang, khususnya yang masih keluarga, sebelum berangkat merantau.

Di perantauan, banyak yang meraih kesuksesan.

Pelajaran oral, moral dan kedisiplinan paling banyak diberikan kepada anak-anaknya.

Dia menerapkan sistem roster atau jadwal kegiatan bagi putra putrinya.

Misalnya H. Ahmad Jubeir Marbun sewaktu kecil diberi pekerjaan memasak dan bertukang emas dan mencuci mobil. Nurjannah diberi kegiatan mencuci pakaian dan kebersihan. Julkifli Marbun, MA, diberi pekerjaan menyapu halaman, membuang sampah, bertukang emas dan mencuci mobil, begitu juga kepada anak-anak lainnya.

Sewaktu mereka remaja, anak-anaknya yang sekolah di Medan atau di luar Pakkat, tetap diberi jadwal saat liburan, semisal belajar mengemudikan mobil, mengangkut dan mengirimkan barang pesanan konsumen dan lain sebagainya.

Selain itu, dia juga menunjukkan keteladanan kepada masyarakat dan memberi banyak inspirasi, baik yang berguru langsung maupun tidak.

Alm. Kombes Kasirun Sihotang memujinya sebagai tanggung.

"Dia bisa berkembang di Pakkat di mana sumber ekonominya daerah tersebut sangat terbatas," katanya suatu saat kepada penulis.

Yayasan Mahmun Syarif Marbun didirikan oleh putra-putri alm. Jureman Marbun (Mahmun Syarif Marbun). Lihat di sini infonya


KH Ibrahum Lubis, Ketua MUI Pakkat, juga mengatakan hal serupa. Dia mengingat kebaikan almarhum untuk membantu operasional masjid, di kala kas kosong.

Ust Ibrahum Lubis dan almarhum Jureman Marbun (Mahmun Syarif), merupakan lulusan Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, hanya saja beda angkatan.

Namun Mahmun Syarif masih satu periode dengan abangdanya, Buya ali Akbar Marbun, Rais Syuriah PBNU, Ketua Dewan Ulama Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI), sesepuh Marga Marbun se-Dunia, pendiri gedung monumen Bagas Parsadaan Toga Marbun di Bakkara, Humbang Hasundutan, dan pengasuh Pesantren Al Kautsar Al Akbar di Medan dan Humbang Hasundutan.

Baru-baru ini Buya bersama petinggi JBMI mengundang Presiden Joko Widodo ke Barus untuk meresmikan titik nol Islam di Nusantara dan juga membangun asrama di Purba Baru.

Mahmun Syarif juga membantu perawatan beberapa bangunan masjid dan mushalla di Pakkat yanng belum mempunyai kepengurusan seperti Masjid Pulo Bali, Siniang dan Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Humbang Hasundutan.

Khusus di pesantren di Lae Toras tersebut, bantuan dilakukan pada hal yang sangat penting karena lembaga pendidikan mempunyai dana bantuan resmi dari pemerintah.

Semoga amal jariyah berliau diterima di sisi Allah SWT. Doa untuk ayahanda Jureman Marbun (Mahmun Syarif Marbun), Alfatihah:


اللهم اغفر لوالدى و ارحمه و عافه و اعف عنه و أكرم نزله ، ووسع مدخله و أغسله بالماء و الثلج و البرد ، و نقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس ، وأبدله دارا خيرا من داره ، وأهلا خيرا من أهله ، وأدخله الجنة بغير حساب و أعذه من عذاب القبر..

اللهم واجعل قبره روضة من رياض الجنة ولا تجعله حفرة من حفر النار، اللهم مد له في قبره مد بصره، اللهم أنزل على قبره الضياء والنور والفسحة والسرور، اللهم أفسح له في قبره ونور له فيه برحمتك يا أرحم الرحمين..

اللهم ثبته عند السؤال.. اللهم ثبته عند السؤال.. اللهم ثبته عند السؤال ..اللهم انقله من ضيق اللحود والقبور إلى سعة الدور والقصور في سدر مخضوض، وطلح منضود ، وظل ممدود وماء مسكوب وفاكهة كثيرة لا مقطوعة ولا ممنوعة، وفرش مرفوعة مع الذين أنعمت عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين. اللهم نور مرقده وعطر مشهده وطيب مضجعه، وآنس وحشته ونفس كربته وقه عذاب القبر وفتنته.

اللهم إن ابى في ذمتك وحبل جوارك، فقه فتنة القبر وعذاب النار وأنت أهل الوفاء والحمد لله، اللهم اغفر له وارحمه إنك أنت الغفور الرحيم. اللهم إنه في ضيافتك، فهل جزاء الضيف إلا الإكرام والإحسان وأنت أهل الجود والكرم، اللهم استقبله عندك خاليا من الذنوب والخطايا، واستقبله بمحض إرادتك وعفوك وأنت راض عنه غير غضبان عليه برحمتك يا أرحم الرحمين.

(لا إله إلا الله العظيم الحليم، لا إله إلا الله رب العرش العظيم ، لا إله إلا الله رب السموات ورب الأرض ورب العرش العظيم). سبحان الذي اختار لنفسه الدوام ، اللهم أدخله بمنك وكرمك جنات النعيم، اللهم إني أسألك الفـــردوس الأعلى نزلاً له ، اللهم وابني له بيتاً في الجنة واجعل ملتقانا هناك. ربنا وارزقنا الصبر والسلوان. ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا، ربنا و لا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا، ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به وأعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين.

اللهم اغفر لجميع موتى المسلمين و المسلمات الذين شهدوا لك بالوحدانية ولنبيك بالرسالة وماتوا على ذلك، اللهم اغفر لهم وارحمهم وباعد بينهم وبين خطاياهم كما باعدت بين المشرق والمغرب، وأعنهم على جواب منكر ونكير يا رب العرش العظيم....
Published: By: Admin2 - 6/14/2017

Alm. Ust Said Rambe: Katakan Benar Walau Pahit

Salah satu tokoh masyarakat Pakkat di Jakarta dan sekitarnya yang cukup berpengaruh dan dihormati adalah alm. Ust Muhammad Said Rambe.

Mungkin tidak semua kalangan mengenalnya kecuali yang berdomisili di Tangerang dan pada keluarga yang merantau dari Pakkat-Parlilitan.

Beliau merupakan putra dari kakak pertama Hj. Rotua Sitohang (baca), yang tinggal di Panyabungan, Mandailing Natal.

Dia merantau ke Jakarta dan  hidup dengan membuka usaha sendiri di bidang perbengkelan.

Hal itu yang membuatnya dapat kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Jakarta dan tinggal di Ciputat.

Usai menyelesaikan studinya dia bekerja di Kementerian Agama dan terakhir menjadi Kepala Kantor Urusan Agama.

Dilahirkan dari keluarga yang taat beragama, dia menyelesaikan studi menengah atasnya di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal. Begitu juga adik-adiknya Ummi Rahmah Rambe dan Rohani Rambe.

Ummi Rahmah Rambe pernah mengajar mengaji di Masjid Raya Pakkat, khususnya pada bulan ramadhan beserta seorang lulusan Pesantren Purba Baru lainnya. Di antara yang diajarinya adalah Julkifli Marbun (baca) dan yang sebayanya.

Dia kemudian mengajar di Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, Jalan Pelajar Timur 264, yang saat itu merupakan lembaga pengajian bernama 'Kader Ulama'.

Di antara muridnya yang masih kecil (usia Ibtidaiyah) adalah Zulkarnaen Sihotang dan Sarbaini Sihotang (baca) yang keduanya melanjut studi ke Pesantren Al Kautsar Al Akbar yang berdiri kemudian.

Bang Said, begitu panggilan akrab Ust Muhammad Said, biasanya hadir dan dimintai nasihatnya ketika ada putra-putri perantauan yang akan menikah.

Pengalamannya di KUA, memberinya banyak pengalaman khususnya dalam membina keluarga baru.

Di Bekasi, posisi ini mirip dengan alm. Ust Simanjuntak, pegawai Kementerian Agama Urusan Haji, yang biodatanya akan ditulis kemudian.

Nasehat Bang Rambe yang paling diingat oleh penulis adalah agar mengatakan sesuatu yang benar walau itu pahit.

"Agar tidak dikemudian hari menyesal," katanya saat itu.

قل الحق ولو كان مرا

Dari sekian banyak pengalamannya, dia pernah bercerita bahwa masalah utama bagi orang yang mengabdikan diri pada masyarakat dan agama adalah ketika dia membutuhkan bantuan, maka jarang ada yang merasa mampu untuk mengurusnya.

"Bisa mengurus orang, belum tentu ada yang mengurus kita," katanya.

Tapi itu, menurutnya, sudah menjadi pilihan dalam dirinya.

Ketika penulis (baca) menjadi ketua Punguan Muslim Pakkat di Jakarta dan Sekitarnya (PMPS), dia selalu memberi masukan dan nasehat bagaimana seharusnya menjalin tali silaturrahmi yang baik kepada paguyuban yang terdiri dari kaum muda dan yang sudah senior.

Masukan itu dibuatnya berdasarkan pengalamannya dalam paguyuban masyarakat Mandailing di Jakarta.

Warga yang mengenalnya kemudian berduka saat beliau dipanggil oleh sang Khaliq.

Anggota keluarga besarnya sangat kehilangan karena tidak ada lagi teladan yang ringan tangan membantu sesama, memberi solusi dan tempat diskusi.

Semoga jasa-jasanya, amal baiknya dapat diterima di sisi Allah SWT.

Beliau adalah abang sepupu dan sekaligus sebagai guru bagi penulis. Mari kita doakan dan membacakan al fatihah agar arwah beliau selalu dirahmati Allah SWT di alam barzakh.

Begitu juga doa kepada Allah SWT agar selalu merahmati guru-guru penulis, yang masih hidup atau yang sudah wafat, khususnya alm ayahanda Jureman Marbun yang dikenal dengan nama Mahmun Syarif Marbun semasa studi di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing  Natal, Tuan Guru Syeikh Ali Akbar Marbun, dikenal dengan sebutan Buya Ali Akbar Marbun, kini Rais Syuriah PBNU, Ketua Dewan Ulama Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) dan pengasuh Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar.

Juga kepada guru KH. Ibrahim Lubis, Ketua MUI Pakkat, guru-guru di sekolah, pesantren, guru-guru di India (baik dalam ilmu hadits maupun lainnya), Yordania (sastra arab) dan lain sebagainya yang tak bisa disebut satu persatu.
Published: By: Admin2 - 6/14/2017

6/13/2017

Melelang Lukisan untuk Pengembangan Masyarakat Pakkat di Jakarta

Salah satu lukisan karya Ust Sabar Hutagalung yang terinspirasi dari suasana kampung halamannya

Salah satu ide cerdas yang dilakukan Punguan Muslim Pakkat di Jakarta dan Sekitarnya (PMPS) dalam melakukan fundraising adalah dengan melelang lukisan.

Hal itu pernah dilakukan dalam pertemuan di Anyer, Banten, yang diisi dengan yasinan dan jalan-jalan bareng keluarga yang disponsori tokoh masyarakat kel. besar Sehat Mungkur (Pa Arif).

Kebetulan, Ketua PMPS periode kedua, Ust Sabar Hutagalung merupakan seniman yang sudah berpengalaman dan dikenal luas, khususnya di kalangan seniman lokal.

Sebagian dari, hasil dari lelang lukisannya, disalurkan menjadi dana khas paguyuban untuk mendanai beberapa agenda kegiatan di kemudian hari.

Penulis (baca) pernah singgah di studionya dan melihat beberapa lukisan yan g mempunyai nilai yang tinggi.

Berikut ini merupakan sebagian contohnya. Dia dapat dihubungi melalui akun Facebooknya di sini. (klik)


Salah satu lukisan karya Ust Sabar Hutagalung


Walau tak lagi menjabat sebagai ketua PMPS, perhatiannya untuk membangun masyarakat Pakkat di Jakarta dan sekitarnya tak diragukan lagi.

Julkifli Marbun, ketua PMPS periode ketiga (tengah), saat berkunjung kekediaman Ust Sabar Hutagalung


Tak salah, pendiri PMPS, alm. Kombes Kasirun Sihotang, semasa hidup memilihnya sebagai wakil ketua dalam periode kepemimpinannya.

Keluarganya merupakan taat beragama dan almarhumah ibundanya merupakan pengurus Majelis Perwiritan Masjid Raya Pakkat, Humbang Hasundutan semasa hidupnya.

Di antara kaum ibu yang berani memberi ceramah saat itu adalah beliau. Semoga amal baiknya diterima di sisi-Nya. Amin. Alfatihah untuk almarhumah ibundanya, keluarga anggota PMPS yang sudah mendahului dan seluruh muslimin dan muslimat yang telah meninggterlebih dahulu. 
Published: By: Admin2 - 6/13/2017

Kenangan Mengaji kepada Guru Alm. Kombes Kasirun Sihotang dalam Ilmu Ushuluddin

Suasana sebuah pengajian yang diselenggarakan oleh PMPS, didirikan oleh Alm. Kombes Kasirun Sihotang, sebagai ketua pertama. Pada pertemuan ini, peralihan dari ketua kedua, Ust Sabar Hutagalung dilaksakaan kepada ketua ketiga, Jukifli Marbun, murid dari almarhum. Kini PMPS telah dipimpin oleh ketua berikutnya
Bulan ramadhan merupakan bulan yang berkah. Hari per hari diisi dengan ibadah, doa dan munajat untuk mengharapkan ridha Allah SWT.

Di antara doa adalah mememohon kepada Allah SWT menerima amal baik seluruh muslimin dan muslimat yang telah berpulang, termasuk ayahanda, guru-guru dan lain sebagainya.

Penulis (baca), teringat pengalaman berguru dan mengaji kepada paman dan sekaligus menjadi guru, Alm. Kombes Kasirun Sihotang dalam ilmu ushuluddin.

Dia merupakan putra terbaik Pakkat, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Saat berdinas di kepolisian, berbagai prestasi diraihnya dan tentunya ini menjadi role model bagi perantau Pakkat yang datang ke Jakarta.

Walaupun begitu, semua itu tak membuatnya lupa dengan kampung halaman. Perhatian berupa dukungan materi dan non-materi selalu diberikannya kepada masyarakat Pakkat saat pulang kampung.

Satu yang unik dari kepribadiannya adalah saat dia mempunyai kebiasaan untuk membantu minimal satu orang per anggota keluarga masyarakat di Pakkat untuk bekerja di Jakarta. Artinya, dicarikan pekerjaan.

"Kalau salah satu anggota keluarga bisa menjadi pegawai negeri, polisi atau tentara, pasti dia akan membantu keluarganya lainnya dari himpitan ekonomi dan sosial," katanya saat itu kepada Julkifli Marbun, penulis.

Dan itu terbukti benar, dengan banyaknya keluarga Pakkat di Jakarta yang terbantu dengan kebiasaanya tersebut.

Cerita itu, didapat penulis saat berkunjung ke rumahnya, di Pasar Minggu, saat itu, sekitar tahun 1993.

Walau hanya dua minggu, berbagai ilmu didapat oleh penulis dari hasil diskusi dan mendengarkan wejangan.

Salah satu cerita yang mengharukan adalah saat, sebagai sulung, dia harus ikut membantu ibunda mengurus adik-adiknya, usai wafatnya ayahandanya.

Dia mengatakan sangat terbantu ketika Hj. Rotua Sitohang (baca), sepupunya, menetap di rumahnya, karena sambil sekolah, dan merawat keperluan sehari-hari mereka.

Dan, kesan itu tak pernah dilupakannya, khususnya ketika alm. Jureman Marbun (Mahmun Syarif Marbun) yang ketika itu baru lulus dari Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, berusaha mendekati dirinya agar bisa berkenalan dengan Hj. Rotua.

Putra Siniang, Pakkat itu, akhirnya berhasil mempersunting Hj. Rotua dan dikaruniai tujuh putra dan putri, salah satunya penulis.

Di sela-sela cerita tersebut, dia selalu membuka kajian ushuluddin dari buku Bibel, Qur'an dan Sains Modern (La Bible, le Coran et la Science) dikarang Maurice Bucaille yang diterbitkan pada tahun 1976 di Perancis.

Halaman demi halaman, bab demi bab dibahas satu per satu dengan sangat detail. Termasuk bagaimana memahami kata-kata dan logika yang dipakai Bucaille dalam mempertahankan argumentasinya.

Terkadang, pembahasan bisa sampai pukul dua malam dan dimulai setelah shalat Isya setiap harinya.

Salah satu pembahasan yang membuat penulis terkagum adalah bagaimana dia menjelaskan argumentasi Bucaille soal rotasi dan revolusi bumi, bulan dan matahari.

Diakui, dalil akli yang diterapkan oleh Bucaille tidak bersifat permanen, karena teknologi antariksa terus berkembang dengan penemuan fakta-fakta terbaru.

Guru Kasirun Sihotang, yang pernah menjadi dosen di sekolah kepolisian, Ka Prodiploma Dit Progsar STIK Lemdikpol, menjelaskan bahwa hal itu bukan kendala untuk meyakini kebenaran seluruh isi Alquran. Allah SWT Maha Benar dan Maha Mengetahui.

Di akhir hayatnya penulis terus meng-update teori-teori Bucaille (dikenal dengan istilah Bucaillism) dengan beliau. Dan ternyata semua isinya masih diingat dengan benar.

Khususnya, saat dia mendirikan paguyuban Punguan Muslim Pakkat di Jakarta dan sekitarnya (PMPS) dan sekaligus menjadi ketua pertamanya.

Setiap pertemuan dan arisan di paguyuban tersebut selalu diisi dengan kajian-kajian ilmiah yang didapat dari berbagai literasi buku dan pengalaman pribadi di dunia kerja maupun pengalaman bermasyarakat.

Warga Pakkat di Jakarta kemudian berduka saat mendengar khabar wafatnya beliau di Jakarta karena sakit. Semua warga PMPS berdatangan dari berbagai penjuru Jakarta, khususnya dari Tangerang tempatnya berdomisili.

Pelayat berebut untuk menghantarkan jenazahnya. Warga merasakan duka yang mendalam atas kepergian tokoh yang sangat dihormati. Penulispun harus bersusah payah memasuki rumah duka yang macet total.

Namun, berbagai diskusi yang penulis terima dari beliau saat menjenguk di Rumah Sakit Polri, menandakan khusnul khotimah karena masih menyempatkan diri membahas topik-topik keagamaan di kala masih perawatan.

Ust Sabar Hutagalung, kemudian mengganti posisinya sebagai Ketua PMPS dan kemudian pada periode ketiga dipimpin oleh Julkifli Marbun, penulis, yang pernah berguru dengannya. Kini kepengurusan PMPS terus bergulir dengan ketua-ketua baru.

Semoga amal baik dan pengalaman berguru dengan Alm. Kombes Kasirun Sihotang dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir kepada almarhum di alam barzakh.

Begitu juga doa kepada Allah SWT agar selalu merahmati guru-guru penulis, yang masih hidup atau yang sudah wafat, khususnya alm ayahanda Jureman Marbun yang dikenal dengan nama Mahmun Syarif Marbun semasa studi di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing  Natal, Tuan Guru Syeikh Ali Akbar Marbun, dikenal dengan sebutan Buya Ali Akbar Marbun, kini Rais Syuriah PBNU, Ketua Dewan Ulama Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) dan pengasuh Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar.

Juga kepada guru KH. Ibrahim Lubis, Ketua MUI Pakkat, guru-guru di sekolah, pesantren, guru-guru di India (baik dalam ilmu hadits maupun lainnya), Yordania (sastra arab) dan lain sebagainya yang tak bisa disebut satu persatu.

Allahummagfirlahu warhamhu.

Julkifli Marbun
Published: By: Admin2 - 6/13/2017
 

Ads