Powered by Blogger.
Showing posts with label nasional. Show all posts
Showing posts with label nasional. Show all posts

4/15/2025

Warisan Leluhur Mendunia: Naskah Kuno dan Karya Pujangga Diakui UNESCO

Paris, Prancis – Kabar gembira menghampiri khazanah intelektual dan budaya Indonesia. Dewan Eksekutif Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) secara resmi menetapkan dua warisan berharga Nusantara, yakni naskah Sunda kuno Sang Hyang Siksa Kandang Karesian dan karya-karya monumental dari pujangga besar Hamzah Fansuri, sebagai bagian dari 74 nominasi yang akan diinskripsi dalam register Memory of the World (MoW) periode 2024-2025.

Keputusan bersejarah ini diumumkan dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 yang berlangsung di Paris, Prancis, pada hari Jumat (11/4), sebagaimana dilansir dari laporan Antara pada Senin (14/4).

Penetapan kedua warisan budaya tak ternilai ini merupakan hasil dari penilaian cermat yang dilakukan oleh International Advisory Committee (IAC) MoW UNESCO, yang mengakui signifikansi universal dan nilai luar biasa yang terkandung di dalamnya. Langkah ini menjadi pengakuan dunia atas kekayaan intelektual dan jejak peradaban yang ditinggalkan oleh para leluhur bangsa Indonesia.

Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian, sebuah manuskrip kuno berbahasa Sunda yang diperkirakan berasal dari abad ke-16, kini tersimpan dengan aman di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan nomor registrasi L 630. Lebih dari sekadar artefak sejarah, naskah ini dipandang memiliki signifikansi universal karena memuat ajaran-ajaran moral luhur yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Sunda pada masanya. Nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, dan etika sosial yang tertuang dalam naskah ini diyakini relevan dan abadi, melampaui batas ruang dan waktu.

Judul naskah itu sendiri, Sang Hyang Siksa Kandang Karesian, yang dapat diartikan sebagai "Ajaran Suci bagi Masyarakat dari Kalangan Resi," mengisyaratkan kedalaman filosofis dan kearifan yang terkandung di dalamnya. Naskah ini menjadi jendela bagi kita untuk memahami pandangan dunia, nilai-nilai budaya, dan sistem kepercayaan masyarakat Sunda pada masa lampau. Pengakuan UNESCO terhadap naskah ini tidak hanya menghargai nilai historisnya, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya pelestarian dan pemahaman terhadap warisan intelektual bangsa.

Selain naskah kuno dari Tatar Sunda, UNESCO juga memberikan penghormatan kepada karya-karya agung dari Hamzah Fansuri, seorang tokoh sufi dan pujangga Melayu yang hidup pada abad ke-16 dan ke-17. Karya-karya Hamzah Fansuri dikenal karena kedalaman spiritualitasnya, keindahan bahasa Melayu klasik yang digunakannya, serta pengaruhnya yang besar terhadap perkembangan sastra dan pemikiran Islam di Nusantara.

Puisi-puisi dan prosa yang dihasilkan oleh Hamzah Fansuri tidak hanya mengungkapkan pengalaman mistis dan pemahaman teologis yang mendalam, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan kosmologi masyarakat Melayu pada zamannya. Karya-karyanya menjadi jembatan penghubung antara tradisi sufisme Islam dengan kearifan lokal, menghasilkan sebuah sintesis pemikiran yang unik dan berharga.

Masuknya naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian dan karya-karya Hamzah Fansuri dalam nominasi register Memory of the World UNESCO merupakan sebuah kebanggaan besar bagi bangsa Indonesia. Pengakuan ini tidak hanya meningkatkan citra Indonesia di mata dunia, tetapi juga memotivasi upaya pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya yang adiluhung ini untuk generasi mendatang.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, sebagai lembaga yang menyimpan dan melestarikan naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian, memainkan peran penting dalam proses nominasi ini. Upaya mereka dalam menjaga dan mendokumentasikan warisan intelektual bangsa patut diapresiasi. Penetapan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian naskah-naskah kuno dan karya-karya sastra klasik sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan sejarah bangsa.

Langkah selanjutnya adalah menunggu pengumuman resmi dari UNESCO mengenai inskripsi naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian dan karya-karya Hamzah Fansuri ke dalam register Memory of the World. Jika berhasil diinskripsi, kedua warisan ini akan bergabung dengan koleksi dokumen dan arsip penting dunia lainnya yang diakui memiliki nilai universal luar biasa.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk lebih menggali, melestarikan, dan mempromosikan kekayaan warisan budaya Indonesia lainnya. Masih banyak lagi naskah-naskah kuno dan karya-karya sastra klasik yang menyimpan kearifan lokal dan nilai-nilai luhur yang patut untuk diangkat dan diakui oleh dunia.

Pengakuan UNESCO ini juga diharapkan dapat mendorong penelitian lebih lanjut terhadap naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian dan karya-karya Hamzah Fansuri, sehingga kandungan intelektual dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati oleh generasi kini dan mendatang. Ini adalah kesempatan emas untuk merefleksikan kembali akar budaya dan spiritualitas bangsa, serta mengambil pelajaran berharga dari kearifan para leluhur.

Lebih dari sekadar pengakuan simbolis, masuknya warisan Indonesia dalam nominasi Memory of the World UNESCO memiliki implikasi yang lebih luas. Hal ini dapat membuka peluang untuk kerjasama internasional dalam bidang pelestarian warisan budaya, pertukaran pengetahuan, dan promosi pariwisata budaya.

Kisah sukses nominasi ini juga menjadi inspirasi bagi negara-negara lain untuk terus berupaya melestarikan dan mempromosikan warisan budaya mereka. Memory of the World merupakan program penting UNESCO yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan dokumenter dunia sebagai bagian dari memori kolektif umat manusia.

Dengan ditetapkannya naskah Sunda kuno dan karya pujangga Melayu ini dalam daftar nominasi, Indonesia sekali lagi menunjukkan kepada dunia kekayaan dan keragaman warisan budayanya. Ini adalah momentum yang tepat untuk memperkuat rasa bangga terhadap identitas nasional dan terus berupaya melestarikan warisan luhur ini agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Penantian akan pengumuman resmi dari UNESCO tentu akan dipenuhi dengan harapan dan kebanggaan. Apapun hasilnya nanti, masuknya naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian dan karya-karya Hamzah Fansuri dalam nominasi Memory of the World telah menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan dan sebuah langkah maju dalam upaya pelestarian warisan budaya Indonesia di kancah internasional.

Semoga langkah bersejarah ini akan semakin membuka mata dunia terhadap kekayaan intelektual dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, serta mendorong upaya pelestarian yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Warisan leluhur adalah cerminan jati diri bangsa, dan pengakuan dunia adalah motivasi untuk terus menjaganya dengan sepenuh hati.

Dibuat oleh AI, lihat info lain
Published: By: Admin2 - 4/15/2025

12/02/2022

Tidak Hanya Anies, Ternyata Semua Presiden Indonesia Punya Garis Keturunan Yaman

Ternyata bukan saja bakal capres Anies Baswedan yang telah dideklarasi oleh Nasdem yang keturunan Yaman, ternyata semua presiden Indonesia sejak Ir. Soekarno mempunyai garis keturunan Yaman meski telah campur baur dengan garis keturunan Majapahit, raja-raja Jawa dan lain sebagainya.

Baca: Ini Silsilah Anies Baswedan, Kakek dari Kakeknya datang daei Hadramaut, Yaman, pada tahun 1800-an.

Perbedaannya adalah jika kakek dari kakeknya Anies datang tahun 1800-an, maka leluhur para presiden Indonesia datang di abad 12-15 yakni era Walisongo.







Jika Ir Soekarno masih keturunan Sunan Kalijaga maka silsilahnya adalah sebagai berikut.

Silsilah Sunan Kalijaga yang bernasab ke Rasulullah (saw),
Bersumber dari :

A. Kitab Syamsud Dhahirah, Karya Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur
B. Kitab Nasab Wali Songo, Karya Al-Habib Bahruddin Azmatkhan Ba'alawi Al-Husaini
C. Data Kantor Pusat Rabithah Alawiyyah
Kantor pencatat seluruh keturunan Rasulullah


Inilah Nasab Sunan Kalijaga yang benar 
dan diakui oleh Ulama' ahli Nasab:

1. Sunan Kalijaga alias Raden Mas Said
alias Lokajaya, alias Syekh Malaya, alias Pangeran Tuban, alias Raden Abdurrahman 
Generasi ke-24 dari Rasul, Turunan Rasul ke-23
bin 2. Ahmad alias Raden Sahur alias Tumenggung Wilatikta (Tuban) Ayah Sunan Kalijaga.
bin 3. Syekh Subakir alias Muhammad 
Al-Baqir alias Mansur (Kakek Sunan Kalijaga)
bin 4. Ali Nuruddin 
bin 5. Ahmad Jalaluddin 
bin 6. Abdullah 
bin 7. Abdul Malik Azmat Khan 
bin 8. Alwi Ammil Faqih 
bin 9. Muhammad Shahib Mirbath
bin 10. Ali Khali’ Qasam 
bin 11. Alwi 
bin 12. Muhammad 
bin 13. Alwi 
bin 14. Ubaidillah 
bin 15. Ahmad Al-Muhajir bin 16. Isa 
bin 17. Muhammad 
bin 18. Ali Al-Uraidhi 
bin 19. Ja’far Shadiq 
bin 20. Muhammad Al-Baqir
bin 21. Ali Zainal Abidin 
bin 22. Al-Husain 
bin 23. Sayyidah Fathimah Az-Zahra
binti 24. Nabi Muhammad Rasulullah (saw).

Sebagai catatan, Imam Ahmad Al Muhajir nomor 15 di atas adalah leluluh dari banyak ulama yang merantau ke India dan Asia Tenggara termasuk di Indonesia, termasuk Wali Songo.

Dia berdomisili di Hadramaut Yaman setelah hijrah dari Irak.

Kebanyakan keturunannya menjadi ulama dan sultan dikenal dengan istilah Bani Hasyim termasuk Siak, Brunei, Sulu di Filipina dan lain sebagainya.
Published: By: Admin2 - 12/02/2022

6/03/2022

TNI Temukan Ladang Ganja di Papua

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif 126/KC Kolakopsrem 172/PWY menemukan 400 meter persegi ladang ganja di Jalan Lintas Jayapura Wamena KM 139, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/Kala Cakti, Letkol Inf Dwi Widodo, mengatakan penemuan ladang ganja tersebut merupakan hasil pengembangan dari kegiatan sweeping kendaraan yang dilakukan jajaran Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC, di Pos Kalimao beberapa waktu lalu.

"Dari aksi sweeping tersebut diamankan seorang masyarakat yang mengendarai sepeda motor membawa narkotika jenis ganja siap pakai sebanyak 5 bungkus," kata Letkol Inf Dwi Widodo dalam rilis tertulisnya, Papua, Kamis (19/5/2022).

Published: By: Admin2 - 6/03/2022

5/02/2022

Kemenkes Peringatkan Penyebaran Hepatitis Misterius pada Anak

Kementerian Kesehatan meminta warga waspada akan penyakit hepatitis misterius yang menyerang anak-anak. Ini setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang Belum Diketahui Penyebabnya (Acute Hepatitis of Unknown Etiology) yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia sejak 15 April 2022.

Kewaspadaan tersebut makin meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta dengan dugaan penyakit itu meninggal dunia. Kematian ketiganya dalam waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 31 April 2022.

Published: By: Admin2 - 5/02/2022

1/23/2022

Pemerintah Temukan Bahan Tambang Super Langka di Tapanuli Utara dan Mandailing Natal

Selain di Tapanuli Utara, Eko menuturkan, lokasi lainnya adalah penyelidikan logam mulia di Simanguntong Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara dan Hulawa di Gorontalo; penyelidikan logam mulia dan logam dasar di Watulimo, Trenggalek; serta penyelidikan umum geokimia regional di Seram, Maluku.

Published: By: Admin2 - 1/23/2022

1/03/2022

Jokowi Bagi-bagi Bansos Rp 154 T di 2022, Ini Daftarnya!

Pemerintah menyiapkan anggaran untuk program bantuan sosial pada 2022 sebesar Rp 154,8 triliun. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang masih terdampak pandemi covid-19.

"Di mana dari dari 154,8 triliun ini untuk keluarga harapan tetap 10 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat), kemudian kartu sembako (untuk) 18,8 juta (penerima)," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Forum Komunikasi Media Refleksi Capaian 2021 dan Outlook Ekonomi 2022, Kamis (30/12/2021).

Published: By: Admin2 - 1/03/2022

5/15/2020

Begini Perkembangan Covid-19 Terbaru DKI Jakarta


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini per 14 Mei 2020.
.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani memaparkan, sebanyak 1.279 orang dinyatakan telah sembuh, dari total 5.617 orang positif, dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 466 orang.
.
"1.877 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 1.995 orang melakukan self isolation di rumah," ujar Fify, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.
.
Fify menjelaskan, secara kumulatif, pemeriksaan PCR yang telah dilakukan di DKI Jakarta sampai dengan 13 Mei 2020 sebanyak 96.258 sampel. Sedangkan, tes PCR pada 13 Mei 2020 dilakukan pada 2.379 orang. Sebanyak 1.679 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru dengan hasil 180 positif  dan 1.499 negatif.
.
Ia menambahkan, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 2.407 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 9.801 orang (9.611 sudah selesai dipantau dan 190 masih dipantau) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 7.342 orang (6.662 sudah pulang dari perawatan dan 680 masih dirawat).
.
"Untuk rapid test masih terus berlangsung di enam wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Total sebanyak 96.748 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif COVID-19 sebesar 4 persen, dengan rincian 3.703 orang dinyatakan reaktif COVID-19 dan 93.045 orang dinyatakan non-reaktif," tandasnya.
.
Selengkapnya di www.beritajakarta.id
.
.
.
#BacadiBJ
#BeritaJakarta
#JakartaTanggapCorona
#COVID19

Credit to : @beritajakarta

Published: By: Admin2 - 5/15/2020

5/06/2020

Mudik Tetap Tidak Dianjurkan oleh Gugus Tugas Covid-19

Halo #SahabatTangguh, kedisiplinan kita mematuhi aturan protokol kesehatan sangat penting untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, salah satunya yaitu #TidakMudik.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menegaskan bahwa masyarakat Indonesia dilarang untuk melakukan kegiatan mudik. Tidak ada kelonggaran dalam peraturan  yang ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang mengatur kebijakan mengenai larangan aktivitas mudik.

Informasi selengkapnya dapat kunjungi laman bnpb.go.id (klik di link bio @bnpb_indonesia).

#BersatuLawanCovid19 #TidakMudik

Sumber: https://www.facebook.com/265134686905181/posts/2993208424097780/?substory_index=0

Published: By: Admin2 - 5/06/2020
 

Ads